Seluruh Area Pemkot Pekalongan Hangus Terbakar Usai Aksi Demo Berakhir Ricuh

Kebakaran di kompleks perkantoran Pemkot Pekalongan, Sabtu malam (30/8). (Lingkar Network/Beritajateng.id)

PEKALONGAN, Beritajateng.id – Kebakaran hebat yang dipicu aksi ricuh massa pada Sabtu siang, 30 Agustus 2025 menghanguskan sejumlah gedung pemerintahan di Kota Pekalongan. Api yang awalnya membakar Gedung DPRD, kini diketahui juga menjalar hingga ke kompleks kantor wali kota, Sekretariat Daerah (Setda), dan Inspektorat.

Kepala Seksi Pemadaman dan Keselamatan Damkar Kota Pekalongan, Didik menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan pihaknya sejak Sabtu petang lebih difokuskan pada pendinginan, lantaran hampir seluruh bangunan sudah hangus terbakar.

“Lokasi sudah terbakar semua. Saat kejadian kami tidak bisa masuk karena aksesnya tidak memungkinkan. Jadi yang bisa kami lakukan hanya pendinginan area-area yang terbakar,” terangnya.

Menurut Didik, tingkat kerusakan terbilang sangat parah.

“Total ya, ini seluruh area Pemkot, Setda, Sekwan, Inspektorat, habis 100 persen. Kerugiannya besar sekali, tapi untuk estimasi angka belum bisa diputuskan,” ujarnya.

Dalam operasi pemadaman, Damkar dibantu TNI, Polri, BPBD, Redkar, serta sejumlah relawan. Namun, Didik menekankan bahwa kerugian bukan hanya berupa bangunan, melainkan juga dokumen dan sarana penting pemerintahan.

“Ini kantor-kantor pemerintah yang dibangun dari APBD maupun APBN. Artinya, kantor yang didirikan dari uang rakyat. Jadi harapannya semua pihak bisa mengendalikan diri, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, Gedung Setda yang terdiri atas delapan bagian ludes terbakar, termasuk Sekretariat DPRD dan kantor wali kota. Didik memperkirakan proses pendinginan bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari, mengingat masih banyak titik api yang belum sepenuhnya padam.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kebakaran karena kondisi bangunan rawan runtuh dan sisa asap berbahaya.

“Kalau bisa masyarakat jangan mendekat. Ini sangat berbahaya. Kami pun saat pendinginan ekstra hati-hati, tidak gegabah,” pungkasnya.

Upaya pemadaman dilaporkan mulai dilakukan usai magrib, sekitar pukul 19.36 WIB, setelah kondisi keamanan di sekitar lokasi memungkinkan petugas masuk.

Jurnalis: Lingkar Network

Exit mobile version