Kunjungi Pasar Tani, Wabup Rembang Minta Publikasi Kegiatan Ditingkatkan

Wabup Rembang Gus Hanies berkunjung Pasar Tani Dintanpan Rembang, Jumat, 25 Juli 2025. (Muhammad Faalih/Beritajateng.id)

REMBANG, Beritajateng.id – Wakil Bupati (Wabup) Rembang M. Hanies Cholil Barro’ meninjau gelaran Pasar Tani yang diadakan di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Jumat, 25 Juli 2025.

Pasar Tani yang rutin digelar setiap dua minggu sekali ini digelar lebih meriah lantaran turut memerihkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284 yang jatuh pada 27 Juli 2025.

Menurutnya, momentum Hari Jadi Rembang tidak hanya dimaknai sebagai refleksi sejarah, tetapi juga perlu diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, seperti Pasar Tani.

“Hari jadi bukan hanya refleksi mengenang kebesaran, kejayaan kabupaten, tetapi memang harus disertai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat langsung dirasakan oleh masyarakat dan Dintanpan melakukan ini,” tambahnya.

Wabup yang akrab disapa Gus Hanies itu memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pasar Tani yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan para pelaku usaha tani.

“Saya mengapresiasi dan ini luar biasa, ini pasti harga juga bisa kendalikan, disparitas ketimpangan harga yang biasanya di pasar tradisional harian di sini bisa lebih murah,” ujarnya.

Spesial Peringatan Hari Jadi Rembang, Pasar Tani Digelar Lebih Meriah

Selain itu, Gus Hanies menyoroti pentingnya keberadaan Pasar Tani sebagai upaya menekan ketimpangan harga yang biasa terjadi di pasar tradisional. 

Ia juga menyampaikan bahwa di Pasar Tani komoditas seperti beras dari Bulog, minyak goreng, sayur-mayur, dan produk dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dijual dengan harga yang jauh lebih murah.

“Ini bisa memotong rantai distribusi. Barang dijual langsung dari petani atau produsen ke konsumen. Tentu ini sangat membantu, baik dari sisi harga maupun pemasaran,” jelasnya.

Meski begitu, Gus Hanies menilai publikasi kegiatan Pasar Tani masih perlu ditingkatkan agar diketahui lebih luas oleh masyarakat.

“Publikasinya masih kurang masif. Belum semua warga tahu kalau ada Pasar Tani dua minggu sekali di sini. Kedepan, kalau memungkinkan bisa digelar juga di kecamatan-kecamatan agar lebih merata dan manfaatnya lebih luas,” sarannya.

Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Utia Lil

Exit mobile version