SEMARANG, Beritajateng.id – Capaian investasi di Kota Semarang mencapai Rp5,74 triliun hingga pertengahan November 2025. Jumlah ini masih berada di bawah target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp9,9 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Diah Supartiningtias menyampaikan, pihaknya tetap optimistis target tersebut bisa diraih, mengingat masih tersisa waktu sekitar dua bulan sebelum 2025 berakhir.
“Realisasi per kemarin sudah Rp5,74 triliun dari target Rp9,9 triliun. Masih ada selisih sekitar Rp3 triliun, namun angkanya terus bergerak. Penentuannya nanti sampai Januari,” ujarnya, Kamis, 20 November 2025.
Diah menambahkan, kepastian pencapaian target investasi baru dapat dihitung pada 10 Januari mendatang, ketika rekapitulasi resmi investasi Kota Semarang dilakukan.
Ia menerangkan bahwa sektor komunikasi dan telekomunikasi menjadi kontributor terbesar terhadap investasi. Setelah itu disusul sektor transportasi dan perdagangan yang sebagian besar didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) masih lebih rendah karena membutuhkan lokasi di kawasan industri. Kami terus mendorong kesiapan kawasan industri agar dapat menarik PMA,” jelasnya.
Selain itu, Diah juga mencatat meningkatkan permohonan izin usaha di sektor jasa—seperti restoran, tempat hiburan, hotel, serta kegiatan MICE. Menurutnya hal itu dipengaruhi posisi geografis Kota Semarang yang berdekatan dengan kawasan industri Kendal dan Batang.
“Sektor hiburan semakin banyak diminati karena Semarang berada di antara kawasan industri Kendal dan Batang yang mendapatkan berbagai kemudahan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















