REMBANG, Beritajateng.id – SMPN 1 Bulu menyelenggarakan kegiatan outing class pada Sabtu, 13 Desember 2025, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan pengenalan potensi serta kearifan lokal daerah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX dengan rangkaian agenda edukatif dan rekreatif yang dirancang secara sistematis dan bermakna.
Destinasi utama outing class adalah Situs Prau Kuno Punjul Harjo, salah satu situs arkeologi penting di Kabupaten Rembang yang menyimpan nilai historis tinggi terkait peradaban maritim masa lampau. Melalui kunjungan ini, peserta didik diajak memahami sejarah lokal secara langsung, tidak hanya melalui teks buku, tetapi melalui pengalaman empiris di lapangan. Pembelajaran semacam ini mendorong siswa mengaitkan konsep IPS, sejarah, dan budaya dengan realitas sosial di sekitarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outbond dan refreshing di Pantai Karangjahe Rembang. Di lokasi ini, siswa mengikuti berbagai aktivitas pengembangan karakter yang menekankan kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta kemandirian. Selain itu, dilaksanakan pula aksi bersih sisir sebagai wujud pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik ditanamkan nilai tanggung jawab sosial dan kesadaran ekologis sejak dini.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Event Organizer Aura Quantum di bawah pimpinan Nurrohman, yang berpengalaman dalam pengelolaan kegiatan edukatif luar ruang. Pendekatan yang digunakan menekankan keseimbangan antara aspek pembelajaran, penguatan karakter, dan rekreasi, sehingga siswa tetap berada dalam suasana belajar yang menyenangkan namun terarah.
Kepala SMP Negeri 1 Bulu, Supriyanti Handayani, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa outing class ini merupakan strategi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
“Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, melainkan dapat diperluas ke lingkungan nyata agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara utuh,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengenalan potensi dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menumbuhkan identitas serta rasa bangga terhadap daerah sendiri. Selain itu juga efisiensi biaya, tidak harus outing class keluar daerah.
Melalui kegiatan outing class ini, SMP Negeri 1 Bulu tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada karakter, kepedulian lingkungan, serta pemahaman mendalam terhadap sejarah dan budaya lokal. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan akademik dan sosial peserta didik.















