KENDAL, Beritajateng.id – Ruas jalan nasional Pantura Kendal akan diperbaiki dengan beton. Perbaikan tersebut dilakukan untuk menghadapi mudik Lebaran 2026 agar pengguna jalan lebih nyaman berkendara.
Proyek perbaikan besar-besaran (preservasi) Jalan Weleri – Kendal – Semarang itu akan dimulai pada 19 Januari 2026.
Kepala Proyek pengerjaan jalan Pantura Cepiring dan Ketapang, Teguh Wiyono, menjelaskan secara keseluruhan terdapat 10 titik pekerjaan preservasi di sepanjang Pantura Kendal. Pada tahap awal pengerjaan difokuskan pada dua titik utama di Cepiring dan Ketapang Kendal.
“Untuk saat ini baru dua titik yang dikerjakan, yakni Pantura Cepiring sepanjang 1,6 kilometer dan Pantura Ketapang sepanjang 400 meter,” ujar Teguh usai sosialisasi paket preservasi jalan di Aula Kecamatan Kendal, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menambahkan, delapan titik lainnya akan dikerjakan setelah Lebaran Hari Raya Idulfitri 2026. Titik-titik tersebut meliputi wilayah Weleri, Jalan Lingkar Weleri, Kaliwungu, serta Jalan Lingkar Kaliwungu.
“Pengerjaan kami bagi menjadi beberapa tahap agar dampak terhadap aktivitas lalu lintas dan ekonomi masyarakat bisa ditekan,” jelasnya.
Teguh menjelaskan, pekerjaan konstruksi paket preservasi jalan Weleri – Kendal – Semarang ini akan menghambat arus lalu lintas. Sehingga ia mengimbau agar armada truk hingga tronton dapat melintasi jalan tol.
“Jadi kami mohon maaf nantinya pekerjaan ini akan menghambat pengguna jalan. Kami tekankan agar truk-truk besar dan tronton bisa lewat jalan tol. Baik dari arah Jakarta mau ke Semarang atau Surabaya dan sebaliknya,” pesannya.
Adapun untuk meminimalisir kemacetan selama pekerjaan dilakukan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kendal untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Feri Okta, menjelaskan pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi munculnya kemacetan akibat perbaikan jalan.
“Kita akan melakukan penutupan arus lalu lintas mulai dari Kecamatan Cepiring sampai lampu traffic light. Itu akan kita tutup total karena disitu akan dilakukan pembongkaran jadi pengerjaannya biar maksimal. Selain itu kita akan melakukan contra flow dari kecamatan dan berakhir di pabrik Industri Gula Nusantara,” terangnya.
Ia menegaskan, personel akan ditempatkan di lapangan setiap hari guna melakukan pengaturan, penjagaan, serta patroli di sekitar lokasi proyek.
“Kami pastikan ada anggota di lapangan untuk membantu kelancaran arus dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















