DEMAK, Beritajateng.id – Puluhan sekolah di lima kecamatan wilayah Demak masih terendam banjir hingga Senin, 19 Januari 2026. Lima kecamatan itu yakni Bonang, Karanganyar, Karangtengah, Mijen dan Sayung.
“Saat ini ada 17 SD yang masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, sekitar 50 hingga 100 cm,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan.
Dengan kondisi tersebut, beberapa sekolah yang terdampak banjir cukup parah terpaksa menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh. Namun, ada beberapa sekolah yang tetap melangsungkan KBM tatap muka.
“Bila tidak memungkinkan untuk pembelajaran maka dengan daring atau pemberian tugas ke siswa,” ujarnya.
Adapun 17 SD Negeri yang masih terendam banjir di Kecamatan Bonang meliputi SDN Karangrejo 1, SDN Tlogoboyo 2, SDN Karangrejo, SDN Gebang 1, SDN Gebang 3, SDN Sukodono 1, SDN Kembangan.
Sementara di Kecamatan Karangtengah meliputi SDN Batu 2, SDN Dukun 1, SDN Wonokerto 2, SDN Rejosari 1.
Di Kecamatan Mijen yakni SDN Ngelo Kulon 1, SDN Rejosari 1, SDN Bakung 2. Sedangkan di Kecamatan Sayung meliputi SDN Sayung 1 dan SDN Sayung 2, serta SDN Ketanjung 2 di Kecamatan Karanganyar.
Ia menyebut, sedikitnya ada enam SD Negeri yang telah melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.
“SD Negeri Tlogoboyo 2 dan SD Negeri Kembangan, Kecamatan Bonang. Kemudian SD Negeri Ketanjung 2 Kecamatan Karanganyar, SD Negeri Ngelokulon dan SD Negeri Rejosari Kecamatan Mijen. Kemudian di Kecamatan Sayung SD Negeri Sayung 1,” bebernya.
“Keenam SD tersebut melaksanakan KBM secara daring atau pembelajaran jarak jauh. Sementara lainnya tatap muka,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















