KENDAL, Beritajateng.id – Banjir rob yang kerap menggenangi permukiman Desa Bandengan, Kecamatan Kendal, khususnya di wilayah RT 01 RW 02 membuat aktivitas warga terganggu. Sebab, saat ini frekuensi datangnya banjir rob telah menjadi harian dan sulit diprediksi.
Warga RT 1 RW 2 Desa Bandengan, Rosidi, mengatakan ketinggian banjir rob bervariasi tergantung kondisi pasang surut laut dan curah hujan.
Pada kondisi normal saat pasang, air bisa mencapai sekitar 30 sentimeter. Namun, jika pasang laut terjadi bersamaan dengan hujan dari wilayah hulu, ketinggian air bisa meningkat hingga 50 sentimeter.
“Kalau pas lagi air pasang, terus ada hujan dari gunung, bisa sampai 50 senti tingginya, biasanya sore habis ashar itu puncaknya bisa sampai 30 senti. Ini sudah harian,” ujar Rosidi.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama dalam mobilitas sehari-hari.
“Kalau kayak gini terus kita susah aktivitas. Motor sering mogok, anak-anak sekolah juga kasihan kalau mau berangkat,” tambahnya.
Tak hanya itu, genangan air juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Ia mengungkap banyak warga yang tidak bisa berjualan saat air sedang tinggi.
“Mau jualan juga nggak bisa kalau airnya tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 2 Desa Bandengan, Sam’un, menyampaikan ada sekitar 350 kepala keluarga yang terdampak dalam kejadian ini. Namun meskipun banjir rob terjadi setiap hari, ketersediaan kebutuhan dasar warga masih dalam kondisi aman.
“Untuk logistik atau kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih masih aman,” ujar Sampur.
Meski demikian, warga tetap berharap ada penanganan dari pihak terkait agar banjir rob tidak terus terjadi dan akses lingkungan kembali normal.
“Harapannya ya semoga cepat nggak ada air, biar akses enak, aktivitas lancar,” tutup Rosidi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















