SEMARANG, Beritajateng.id – Warga Kota Semarang mengeluhkan kondisi di Jalan Arteri Yos Sudarso, tepatnya di depan akses keluar kawasan Cipta, Bandarharjo, Semarang Utara. Hal itu lantaran jalan yang licin akibat tanah dari truk trailer kerap memicu terjadinya kecelakaan.
Terbaru, kecelakaan pada Rabu, 6 Mei 2026 di jalan tersebut menewaskan satu orang dan satu lainnya luka ringan. Kecelakaan ini diduga karena kondisi Jalan Arteri Yos Sudarso yang licin.
Warga Bandarharjo, Budi Santoso mengatakan, tanah yang terbawa truk dari kawasan tersebut sering tercecer di jalan arteri. Saat hujan turun, tanah bercampur air membuat permukaan jalan menjadi sangat licin dan membahayakan pengguna jalan.
“Setiap kali mobil truk lewat membawa tanah, jalur Yos Sudarso jadi licin. Sudah beberapa kali ada warga jatuh di lokasi itu,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya kondisi itu sudah berlangsung cukup lama dan semakin mengkhawatirkan setelah terjadi dua kecelakaan fatal dalam satu hari, beberapa waktu lalu.
“Yang membuat saya prihatin, pernah dalam satu hari terjadi dua kecelakaan dan semuanya meninggal dunia,” katanya.
Budi menyebut, korban kecelakaan tidak hanya berasal dari luar wilayah, tetapi juga warga sekitar Bandarharjo. Ia mengaku ada warga RW 2 Bandarharjo yang mengalami kecelakaan hingga cedera, serta dua warga dari RW 1 dan RW 6 yang meninggal dunia akibat terjatuh di lokasi tersebut.
“Sebagai warga yang juga sering lewat situ, tentu kami was-was. Jangan sampai ada korban lagi,” imbuhnya.
Ia mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah wilayah hingga Pemerintah Kota Semarang mengenai kondisi jalan tersebut. Namun hingga kini, ia belum melihat adanya tindak lanjut nyata terkait penanganan jalan tersebut.
“Ini sifatnya mendesak, tidak bisa ditunda. Jangan sampai harus menunggu korban lagi,” tegasnya.
Selain licin saat hujan, Budi menyebut kondisi jalan juga menimbulkan debu tebal ketika cuaca panas. Debu dari tanah yang tercecer disebut dinilai mengganggu jarak pandang pengendara.
“Kalau panas jadi debu. Kadang naik motor sampai nggak bisa lihat karena debunya,” ujarnya.
Warga berharap pihak terkait, termasuk pengelola kawasan Cipta dan pemerintah, segera turun tangan untuk melakukan pembenahan agar jalan kembali aman dilalui masyarakat.
“Jalan arteri itu bukan hanya dipakai kendaraan dari kawasan Cipta, tapi masyarakat umum juga. Jangan sampai membahayakan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani kondisi jalan yang berlumpur.
“Sudah kami koordinasikan atas petunjuk Ibu Walikota juga, nanti dari Dishub akan masang rambu hati-hati jalan licin dan akan diberi pita kejut, kemudian dari DPU akan melakukan pengerukan sekaligus minta Damkar untuk penyemprotan. Dishub juga akan melakukan penjagaan lalu lintas, dan saat ini sudah kami koordinasikan untuk dijadwalkan,” ujarnya.
Sedangkan untuk kawasan Cipta, ia mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk memberikan teguran.
“Dari pihak Satpol PP juga akan memberikan teguran kepada pihak kawasan cipta,” tuturnya.
Adapun Kepala Bidang Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Kota Semarang, Mulyadi, mengaku sekitar tiga bulan yang lalu telah berkoordinasi dengan pihak kawasan Cipta dan para pengusaha mengenai dampak yang ditimbulkan dari aktivitas truk trailer.
“Kita sudah koordinasi sejak dua atau tiga bulan yang lalu, hasilnya nanti katanya akan ada pembersihan berkala, dan nanti akan kita update lagi,” ujarnya.
Menurutnya, Jalan Arteri Yos Sudarso tersebut merupakan wilayah pengawasan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas 1 Jawa Tengah dan merupakan wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Kalau terkait dengan ranah dan tanggung jawabnya di pusat, kami tentu berkoordinasi dengan BPTD, dan kami hanya sebagai fasilitator,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















