KENDAL, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal resmi memulai pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Kedunggading dan Desa Kedungasri di Kecamatan Ringinarum.
Dimulainya pembangunan itu ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Dyah Kartika Permanasari, perwakilan Komisi V DPR RI, hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, hal itu bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa.
“Dengan adanya jembatan ini semoga dapat meningkatkan konektivitas, daya saing desa, serta membuka sentra ekonomi baru di berbagai bidang,” ujarnya.
Bupati Tika, sapaan akrabnya, berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ia juga meminta seluruh pekerja mengutamakan keselamatan kerja serta mengajak masyarakat ikut mendukung pembangunan hingga selesai.
“Fasilitas jembatan ini nantinya menjadi milik bersama masyarakat, sehingga harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama yang telah memperjuangkan usulan pembangunan jembatan melalui rekomendasi Komisi V DPR RI.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Mas Muhammad Herviano yang telah memperjuangkan rekomendasi Komisi V DPR RI sehingga pembangunan jembatan gantung Kedunggading dan Kedungasri ini dapat terealisasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, proyek tersebut sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2024 untuk pelaksanaan tahun anggaran 2025. Namun karena adanya penyesuaian dan efisiensi anggaran, pelaksanaan baru dapat dimulai tahun ini.
Jembatan gantung yang memiliki bentang utama sepanjang 60 meter itu diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan warga.
Sementara itu, Kepala Desa Kedunggading Kafidlin mengatakan pembangunan jembatan sudah dinantikan warga selama kurang lebih 25 tahun.
“Warga sudah menanti sejak lama, bahkan dari periode kepala desa sebelumnya. Alhamdulillah sekarang bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum adanya jembatan warga harus berjalan kaki menyeberang sungai, bahkan saat musim banjir masyarakat terpaksa memutar hingga sekitar 30 menit untuk mencapai tujuan.
Menurut Kafidlin, keberadaan jembatan nantinya sangat membantu masyarakat, terutama warga Dusun Tapak Timur yang selama ini aksesnya cukup terbatas.
“Harapan kami tentunya masyarakat Kedunggading dan Kedungasri bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan administrasi, ke kecamatan, maupun pelayanan kesehatan ke Puskesmas Ringinarum dengan waktu yang lebih hemat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















