BATANG, Beritajateng.id – Rencana pembentukan Tim Relawan Pemantau Proyek (RPP) mulai digagas untuk mengawasi berbagai proyek pembangunan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Batang.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Batang Faiz Kurniawan. Ia menuturkan, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Batang melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan nilai sekitar Rp125 miliar hingga Rp150 miliar.
“Besaran anggaran yang cukup besar tersebut maka kami menilai perlu diimbangi dengan pengawasan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Melalui inisiatif itu, ia mengatakan masyarakat dilibatkan secara langsung dalam mengawasi pelaksanaan proyek-proyek pemerintah agar hasil pembangunan lebih berkualitas dan sesuai perencanaan.
Menurutnya program tersebut lahir sebagai respons atas berbagai masukan dan kritik masyarakat terkait kualitas sejumlah proyek fisik yang telah dibangun. Pihaknya pun ingin memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia mengatakan tim relawan tidak hanya berperan sebagai pengamat tetapi juga memperoleh akses informasi mengenai pelaksanaan proyek, mulai dari nilai pekerjaan, spesifikasi teknis, harga satuan, hingga target waktu penyelesaian.
“Kami ingin seluruh proses pembangunan lebih transparan. Relawan akan mengetahui spesifikasi proyek, estimasi waktu pelaksanaan hingga informasi lainnya sehingga dapat membantu mengawasi pekerjaan di lapangan dan mencegah praktik yang tidak sesuai ketentuan,” katanya.
Dalam implementasinya, Bupati Faiz mengatakan setiap proyek akan diawasi oleh lima orang relawan yang berasal dari wilayah sekitar lokasi pembangunan. Mereka juga akan mendapatkan dukungan operasional dari gaji pribadi bupati sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dengan demikian, ia mengatakan masyarakat setempat dapat turut memastikan proyek berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Kalau proyek berada di Kecamatan Gringsing, maka relawannya juga berasal dari masyarakat Gringsing. Kami ingin pengawasan dilakukan oleh warga yang memahami kondisi daerahnya,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















