REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Harno meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) untuk para pelajar di Kabupaten Rembang pada Jumat, 19 September 2025.
“Monitoring ini untuk melihat langsung pelaksanaan MBG, program dari Pak Presiden. Di Rembang diharapkan bisa terlaksana lebih cepat. Sampai hari ini baru 11 (dapur SPPG, red) yang sudah berjalan,” ujarnya saat meninjau distribusi MBG di MAN 1 Rembang.
Bupati Harno mengatakan, meskipun menu MBG sudah ditentukan, masukan dari siswa tetap dibuka sebagai bagian dari evaluasi ke depan.
“Menu memang harus variatif. Kalau tidak, anak-anak bisa bosan dan malah tidak dimakan. Oleh karena itu, jika ada usulan menu yang tetap bergizi dan sesuai standar, tentu akan dipertimbangkan,” tegasnya.
Ia menyebut beberapa masukan menu dari para siswa yakni nasi goreng, ayam geprek, chicken, hingga nasi pecel. Masukan tersebut akan menjadi catatan bagi tim pelaksana MBG dan SPPG.
“Nanti masukan ini akan disampaikan ke MBG dan SPPG-nya, agar semua senang dan tetap sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum MAN 1 Rembang, Jilteng Pribadi\ menjelaskan, program MBG di sekolahnya sudah berjalan sejak 1 September 2025. Sebanyak 758 porsi makanan dibagikan setiap hari dari SPPG Pasar Banggi.
Distribusi dilakukan menjelang istirahat kedua sekitar pukul 12.00 siang. Khusus hari Jumat, pembagian dilakukan lebih awal, yaitu pukul 10.00 WIB.
“Kita kondisikan supaya diberikan menjelang istirahat kedua, sekitar jam 12.00 WIB. Jadi sekaligus habis makan langsung solat dhuhur. Kecuali hari jumat diberikan jam 10.00 WIB. Nanti kalau tidak dibuat seperti itu, akan khawatir rancu jadwalnya,” jelas Jilteng.
Pihak sekolah juga mengimbau siswa untuk mengkonsumsi makanan MBG di sekolah guna menghindari potensi risiko makanan basi jika dibawa pulang.
“Kami khawatir kalau dimakan sore, bisa jadi tidak layak konsumsi. Maka sebaiknya langsung dimakan disini,” imbuhnya.
Selain itu, siswa diimbau membawa air minum masing-masing sebagai pelengkap makan siang bergizi mereka.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















