DEMAK, Beritajateng.id – Proyek normalisasi Sungai Wulan sepanjang 30 kilometer ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Saat ini progres proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu telah mencapai 40 persen.
“Pekerjaan normalisasi Sungai Wulan yang dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana, saat ini progresnya sudah 40 persen. Semoga nanti di bulan Agustus 2026 pekerjaan itu bisa selesai,” ujar Kabid Tata Ruang dan Pertanahan, Dinputaru Demak, Naning Prih Hatiningrum, Senin, 22 September 2025.
Pengerjaan normalisasi Sungai Wulan itu dianggarkan Rp1,2 triliun dan dibagi menjadi tiga paket dan telah dimulai dari wilayah Karanganyar sampai ke muara.
Naning mengatakan, normalisasi Sungai Wulan ini dikerjakan oleh tiga vendor yakni PT HK-KSO, PT Adi Karya-KSO dan PT Brantas-KSO.
Dalam pengerjaannya,para vendor tidak hanya memperdalam dasar sungai, namun juga melebarkan alur sungai untuk mengembalikan kapasitas tampungan airnya.
“Normalisasi Sungai Wulan sendiri sepanjang 30 km, dengan perkiraan nantinya sebanyak 15 juta kubik disposalnya,” katanya.
Ia menuturkan, mobilitas operasional kendaraan pengangkut disposal proyek tersebut sempat dihentikan beberapa hari untuk pembersihan jalan akibat adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan dari residu tanah yang tercecer di jalan.
“Namun demikian, aktivitas pengerjaan normalisasi sungai tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Dengan adanya insiden tersebut, Naning berharap pengelola proyek dapat melakukan evaluasi agar tidak terjadi kejadian serupa.
“Dengan adanya kejadian itu, bisa dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali dan kegiatan normalisasi Sungai Wulan berjalan lancar dan selesai sesuai yang ditargetkan,” harapnya.
Sebagai informasi tambahan, normalisasi Sungai Wulan dilakukan untuk menindaklanjuti peristiwa banjir besar di Karanganyar akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Norowito. Selain itu, karena banyaknya sedimentasi di sungai maka perlu dilakukan normalisasi agar aliran air sampai ke muara menjadi lancar.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















