SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menambah jumlah kuota penerima bisyaroh untuk guru agama, pendidik Pos Paud, marbot masjid dan musala, hingga perawat jenazah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, bisyaroh tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap peran vital para pelaku keagamaan, pendidikan, dan layanan sosial yang berkontribusi pada kehidupan masyarakat.
“Guru TPQ yang mengajarkan anak-anak mengaji setelah sekolah, pengajar madrasah diniyah yang mendidik akhlak, guru sekolah Minggu, pinandita, pendidik Pos PAUD, marbot, modin, dan perawat jenazah merupakan elemen penting masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penerima bisyaroh di bidang keagamaan dari 4.261 menjadi 5.260 orang. Pendidik Pos Paud dalam Himpaudi bertambah dari 100 menjadi 200 orang.
Sementara jumlah perawat jenazah naik dari 600 menjadi 1.000 orang, dan marbot masjid serta musala meningkat dari 531 menjadi 885 orang.
Selain memperluas cakupan penerima, Pemkot Semarang juga menetapkan besaran bisyaroh bulanan, yaitu guru TPQ, Madrasah Diniyah, dan Sekolah Minggu masing-masing menerima Rp500.000 per bulan, pinandita Rp300.000, pendidik Pos Paud Rp500.000, Himpaudi Rp300.000, modin Rp1.000.000, dan marbot Rp300.000.
Menurut Agustina, kebijakan ini tidak hanya sebagai bantuan keuangan, tetapi juga penghargaan atas pengabdian mereka bagi Kota Semarang. Dengan adanya tambahan hampir 2.000 penerima baru, ia berharap mereka bisa termotivasi untuk terus berkontribusi dalam melayani masyarakat.
“Semarang akan menjadi kota yang kuat bukan hanya karena infrastruktur yang baik, tetapi juga karena masyarakat yang peduli dan harmonis,” katanya.
Agustina berharap, dengan bantuan tersebut Kota Semarang dapat tumbuh menjadi kota inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui bisyaroh ini, Pemkot ingin menunjukkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri, melainkan bersama para guru, tokoh agama, pendidik Pos PAUD, marbot, modin, dan perawat jenazah yang berperan penting dalam kehidupan warga,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















