DEMAK, Beritajateng.id – Museum Glagah Wangi di Demak menjadi pusat edukasi budaya dan sejarah bagi masyarakat.
Operator Layanan Operasional Museum Glagah Wangi, Ali Mahfud mengatakan museum yang memiliki sekitar 104 koleksi artefak ini berasal dari beragam latar budaya, mulai dari Islam, Hindu, Buddha, bahkan Tiongkok. Seluruh artefak tersebut ditemukan di wilayah Kabupaten Demak.
“Museum ini menjadi lokasi edukasi tentang sejarah dan budaya masa lalu di Demak ini,” ujarnya.
Beberapa koleksi menarik yang dapat ditemukan di museum ini seperti situs dudukan, Arca Dewa Siwa, Yoni, fosil, Gentong Worowiri yang diduga sudah ada sekitar 4000 tahun sebelum masehi, foto Masjid Agung dari masa ke masa, foto pemimpin Demak dari masa ke masa dan lainnya.
Ali mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke museum tersebut tidak hanya berasal dari Demak, melainkan juga dari daerah lain. Menurutnya memang belum banyak masyarakat yang tahu tentang museum ini, namun pihaknya terus berupaya mengenalkan ke publik.
“Museum Glagah Wangi ini memang belum banyak tahu, dibanding dengan Museum Masjid Agung Demak. Namun, kami terus berupaya terus mempromosikan keberadaan museum ini melalui media sosial, termasuk melalui program museum keliling,” tutupnya.
Sebagai informasi, Museum Glagah Wangi terletak di Jalan Sultan Fatah No 53 Demak dan masih satu kawasan dengan Kantor Dinas Pariwisata. Museum ini dibuka setiap Senin-Jum’at mulai pukul 08.00 sampai 15.30 WIB dan wisatawan yang berkunjung tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Jurnalis: *Red















