DEMAK, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Inspektorat Daerah mengkampanyekan budaya antikorupsi melalui gerakan “Gen Wali Ojo Korupsi” (Agen Pengawal Integritas Korupsi).
“Gen Wali adalah tokoh yang berinisiasi menjaga komitmen dan mengawal agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu integritas. Dengan ini, kita ingin terus mengingatkan seluruh pihak hingga masyarakat agar tidak melakukan korupsi,” kata Kepala Inspektorat Demak, Kurniawan Arifendi.
Dia menerangkan, langkah ini merupakan bentuk penguatan amanat pemerintah kepada Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjalankan fungsi pencegahan korupsi.
“Salah satu inti tugas di Inspektorat adalah pemberantasan korupsi, terutama dalam sisi pencegahan. Kami mendapatkan arahan yang sangat rigid dari KPK dengan pendampingan Kemendagri dan BPKP,” terangnya.
Program ini digencarkan ke seluruh organisasi perangkat daerah, BUMD, sekolah, puskesmas hingga pemerintah desa, dengan ajakan “kita tidak korupsi”, dimulai dari tindakan kecil yang kerap terjadi di lingkungan sehari-hari.
“Gen Wali akan terus kami gelorakan. Trisula pencegahan korupsi itu terdiri dari pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Meresonansikan semangat antikorupsi memang diperlukan karena korupsi sangat mempengaruhi pembangunan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Demak untuk turut membangun daerah tanpa praktik korupsi.
“Ayo kita, orang Demak, jangan sampai korupsi,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















