KENDAL, Beritajateng.id – SMPN 1 Kendal resmi menerapkan mata pelajaran pilihan “Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)” untuk siswa kelas 7 pada tahun ajaran ini.
Kepala SMPN 1 Kendal, Budiana mengungkap pembelajaran ini fokus pada penguatan pola pikir komputasional.
“Coding bukan berarti anak harus langsung jadi programmer. Yang terpenting adalah pola berpikir komputasional, kemampuan mengurai masalah, berpikir abstrak, membuat langkah-langkah, dan memilah solusi,” jelasnya.
Ia menilai pola pikir komputasional penting untuk meningkatkan resiliensi generasi muda yang sering dinilai mudah menyerah.
“Anak-anak sekarang perlu dibekali cara berpikir terstruktur agar tidak mudah stres atau overthinking ketika menghadapi masalah,” tambahnya.
Dengan penerapan KKA, ia berharap siswa memiliki daya tangguh, adaptif, serta siap menghadapi tantangan era VUCA (volatile, uncertain, complex, ambiguous).
“Ini saatnya pendidikan mengikuti zaman. Anak-anak harus siap dengan masa depan yang serba digital dan kompleks,” katanya.
Selain itu, menjawab tantangan era digital, SMPN 1 Kendal mulai membangun sistem portofolio digital guru melalui platform Google. Setiap guru mendokumentasikan capaian mengajar, prestasi, dan aktivitas pembelajaran secara online.
“Melarang mereka menggunakan teknologi justru mereduksi potensinya. Tugas kita bukan menjauhkan, tetapi membekali mereka dengan etika dan literasi digital,” tambahnya.
Pihaknya juga menekankan kepada guru untuk memperkuat kompetensi dan etika komunikasi sebagai pondasi utama peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kalau siswa diminta disiplin, gurunya harus disiplin lebih dulu. Tidak adil kalau guru menyuruh sesuatu yang tidak dilakukan dirinya,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















