KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mengimbau agar pihak sekolah tidak memberikan tugas berlebihan kepada siswa saat jadwal libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Sekretaris Disdikbud Kendal, Sulardi mengatakan, imbauan itu sebagaimana pesan Kemendikbudristek yang menekankan bahwa libur sekolah sebagai waktu istirahat bermakna, bukan beban akademik.
“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sudah mengeluarkan edaran bahwa libur akhir semester ini anak-anak tidak boleh dibebani tugas-tugas yang memberatkan anak-anak. Harapan dari kementerian itu libur sekolah ya libur full,” ungkapnya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia juga mengingatkan agar para siswa beserta keluarga tetap waspada saat menikmati momen liburan di tengah cuaca yang sedang tidak menentu.
“Karena ini kan musim hujan, tentunya harapan pemerintah anak-anak paham peta rawan bencana suatu daerah yang nantinya akan mereka kunjungi. Contohnya kalau ke Yogyakarta yang aman seperti di Malioboro, tidak ke pantai dulu karena kan ombaknya tinggi,” pesannya.
Sulardi mengungkapkan libur sekolah semester ganjil dan libur akhir tahun berlangsung mulai Senin, 22 Desember 2025 sampai Sabtu, 3 Januari 2026. Peserta didik akan kembali masuk sekolah pada Senin, 5 Januari 2026.
“Dan anak-anak SD, SMP semua nanti masuk 6 hari sekolah,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal negatif seperti tawuran yang biasanya meningkat selama libur sekolah, ia berharap peran aktif orang tua dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama melakukan pengawasan.
“Libur panjang ini harapan kami orang tua dan masyarakat dapat mengawasi perilaku anak-anak di lingkungan sekitar,” imbuh Sulardi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















