SEMARANG, Beritajateng.id – Realisasi pendapatan pajak daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencapai Rp2,64 triliun tahun ini.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, capaian tersebut merupakan gambaran dari kemandirian finansial Ibu Kota Jawa Tengah.
“Tahun 2025 di tanggal 19 Desember, realisasi pajak daerah mencapai Rp2,64 triliun, sebuah capaian sekitar 85,44% yang menjadi fondasi kuat kemandirian fiskal Kota Semarang,” ujar Agustina pada Minggu, 28 Desember 2025.
Menurutnya, capaian ini sangat membanggakan karena Kota Semarang mampu berdiri tegar di saat daerah lain mengeluhkan pemotongan fiskal dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan, setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui pajak akan dikembalikan dalam bentuk layanan publik yang nyata, seperti kesehatan dan pendidikan.
“Kita ada 280 ribu orang yang mendapatkan layanan UHC, kalau sakit di Kota Semarang, itu berarti pergi saja ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Yang tidak punya asuransi atau terlambat membayar BPJS akan di-cover oleh Pemerintah Kota Semarang,” tegasnya.
Selain untuk kesehatan, ia juga memaparkan hasil pajak daerah itu akan digunakan untuk peningkatan jumlah sekolah gratis serta inovasi di sektor transportasi publik pada tahun mendatang.
“Transportasi kita akan mulai percobaan satu jalur dengan bis listrik di tahun 2026, dan para pekerja rentan serta guru dengan gaji kecil nanti kalau naik BRT tiketnya hanya seribu rupiah,” tambahnya.
Selain itu, ia mengatakan Pemkot Semarang juga menggelar acara “Semarang Bercerita”. Acara yang digelar di POJ City, Selasa, 23 Desember 2025 lalu itu menurutnya sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan wajib pajak atas kontribusi pembangunan selama satu tahun terakhir.
Ia menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan di kawasan pantai, melainkan simbol kebanggaan atas kemandirian fiskal daerah.
Agustina juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh wajib pajak atas kepercayaan dan kontribusi mereka terhadap kemajuan kota.
“Membayar pajak adalah salah satu cara paling konkret untuk ikut merawat, memperbaiki, dan menguatkan rumah kita,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















