SALATIGA, Beritajateng.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga mengungkap realisasi investasi mencapai Rp1,1 triliun pada 2025. Angka tersebut melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp650 miliar.
Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Agung Nugroho, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan. Hal ini menurutnya membuktikan keterbatasan lahan dan belum adanya kawasan industri di Kota Salatiga tak menyurutkan minat investor untuk menanamkan modal di kota ini.
“Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1,1 triliun dan melebihi target. Ini menunjukkan Salatiga tetap kompetitif meski dengan keterbatasan lahan,” katanya, Rabu, 21 Januari 2026.
Agung menjelaskan, sektor perdagangan dan jasa masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Salatiga. Namun, tren baru mulai terlihat dari masuknya minat investor pada sektor layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Bidang geriatri atau layanan lansia, MICE, serta pendidikan vokasi mulai menunjukkan potensi dan menarik perhatian investor,” ujarnya.
Untuk mendorong investasi ke depan, DPMPTSP Salatiga aktif menawarkan berbagai potensi unggulan daerah. Beberapa sektor prioritas yang dipromosikan antara lain MICE, senior living dan geriatri, serta pengembangan Salatiga Creative Centre dan vokasi melalui ajang Investment Challenge bersama Bank Indonesia.
Meski demikian, Agung mengakui ketiadaan kawasan industri masih menjadi tantangan, khususnya untuk menarik investor skala menengah dan besar.
“Kalau kawasan industri tersedia, investor tinggal mengurus izin operasional tanpa perlu mengurus izin dasar. Ini tentu akan sangat memudahkan,” jelasnya.
Sebagai langkah penguatan iklim investasi, Pemerintah Kota Salatiga tengah menyiapkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal. Perda tersebut akan menjadi payung hukum pemberian insentif dan kemudahan usaha bagi investor.
“Yang terpenting iklim usaha tetap kondusif, pelayanan perizinan mudah melalui OSS dan Mal Pelayanan Publik, serta komunikasi dengan pelaku usaha berjalan baik,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















