SEMARANG, Beritajateng.id – Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 17,3 ribu hektar lahan persawahan terdampak banjir pada awal tahun ini. Dari jumlah ini, lebih dari 10 ribu hektar telah mengajukan klaim asuransi karena mengalami puso atau gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan pendataan masih terus berlangsung seiring kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah di Jateng.
“Sementara ini data yang kita inventarisasi di beberapa kabupaten itu ada sekitar 17,3 ribu hektar yang terdampak. Dari jumlah itu, lebih dari 10 ribu hektar sudah kita ajukan untuk penggantian asuransi dan penggantian tanaman karena sawahnya mengalami puso,” ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah terdampak tersebar di sejumlah daerah, baik di jalur Pantura maupun wilayah tengah Jawa Tengah. Diantaranya Kabupaten Pati, Brebes, Demak, Jepara, Kebumen, Grobogan, hingga Purbalingga. Namun, proses pendataan masih berjalan karena situasi di lapangan masih terus berkembang.
Pantura timur Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pati, menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Berdasarkan pendataan sementara, luasan sawah terdampak di Pati mencapai sekitar 5.600 hektar. Sementara itu, untuk wilayah barat, proses pendataan masih terus dilakukan.
Data terbaru yang diterima hingga Minggu, 8 Februari 2026, menunjukkan sejumlah kabupaten mencatat luasan sawah terdampak banjir dan puso cukup signifikan. Kabupaten Kudus mencatat 2.110 hektar sawah terdampak dengan puso 1.282 hektar. Sementara Kabupaten Pati, sawah terdampak banjir mencapai 6.726 hektar, dengan kejadian puso seluas 5.764,4 hektar.
Di Kabupaten Jepara, banjir merendam 4.166 hektar sawah dan menyebabkan puso seluas 2.807 hektar. Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Kabupaten Batang dengan 469 hektar sawah terdampak dan 139,5 hektar puso, Kabupaten Pemalang 818,6 hektar terdampak dengan puso 103 hektar, serta Kabupaten Grobogan 256 hektar terdampak.
Selain itu, Kabupaten Pekalongan 575 hektar dan Kota Pekalongan 35,4 hektar sawah terdampak banjir. Kabupaten Demak mencatat 758 hektar sawah terdampak, Kabupaten Kendal 144 hektar.
Defransisco menegaskan tidak semua sawah yang terdampak banjir langsung masuk kategori puso. Pihaknya masih melakukan identifikasi lanjutan sebelum mengajukan klaim asuransi dan bantuan penggantian tanaman.
“Yang kita ajukan itu yang memang sudah kita identifikasi lebih lanjut. Tidak semuanya langsung puso,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















