REMBANG, Beritajateng.id – Wakil Bupati Rembang, M.Hanies Cholil Barro’, menegaskan agar program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas dan gizi saat Ramadan. Ia meminta skema dirancang secara matang termasuk kemungkinan penyediaan makanan kering atau pola distribusi lain yang akan diatur melalui surat edaran resmi.
Hal ini ia sampaikan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas MBG bersama mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gedung Setda Rembang, Kamis, 12 Februari 2026.
“Kita perlu kejelasan teknis. Jangan sampai pelaksanaan di lapangan berbeda-beda. Harus ada pedoman yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun terdapat penyesuaian selama Ramadan, prinsip utama MBG tidak boleh berubah, yakni memastikan kecukupan gizi anak tetap terpenuhi. Ia mengingatkan agar kualitas dan standar operasional prosedur (SOP) tetap dijaga.
“Gizi dan kualitas harus menjadi nomor satu. Anggaran per porsi harus direalisasikan sesuai ketentuan, tidak boleh dikurangi,” tegasnya.
Selain aspek teknis distribusi, pihaknya juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dan kesehatan lingkungan selama Ramadan. Pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta pemeriksaan kualitas air diminta tetap dilakukan secara berkala guna mencegah potensi gangguan keamanan pangan.
Saat ini, sebanyak 59 dari total 109 SPPG di Kabupaten Rembang telah beroperasi. Pemerintah daerah berharap kesiapan sistem selama Ramadan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan program berjalan tertib dan akuntabel.
Pemkab juga membuka peluang business matching antara SPPG dengan BUMD serta dukungan perbankan bagi pengelola yang membutuhkan tambahan permodalan. Hal ini agar rantai pasok tetap stabil di tengah potensi peningkatan kebutuhan bahan pangan selama Ramadan.
“Kita ingin MBG tetap menjadi solusi, bukan menimbulkan persoalan baru, apalagi di bulan yang penuh berkah ini,” pungkas Hanies.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















