BLORA, Beritajateng.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memberikan tambahan pasokan gas LPG 3 kilogram (kg) sebanyak 23.520 tabung ke wilayah Kabupaten Blora menjelang Ramadhan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan jumlah tersebut setara 88 persen dari alokasi harian normal di Blora.
“Dengan demikian, estimasi alokasi harian penuh (100 persen) untuk wilayah ini berada di kisaran 26.728 tabung per hari,” katanya, Rabu, 18 Februari 2026.
Taufiq mengatakan tambahan pasokan ini merupakan bagian dari kebijakan Pertamina yang secara total menyalurkan 1,1 juta tabung atau setara 3.544 metrik ton untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai 17 Februari 2026.
“Lebih dari 1 juta tabung dialokasikan untuk Jateng, sementara 144.000 tabung untuk DIY. Jumlah tersebut setara lebih dari 75 persen dibandingkan penyaluran normal harian,” ujarnya.
Di Blora sendiri, kata dia, realisasi penyaluran saat ini masih sekitar 80 persen dari alokasi harian. Namun memasuki Ramadhan, konsumsi LPG rumah tangga diprediksi meningkat sekitar lima persen seiring meningkatnya aktivitas memasak serta kebutuhan pelaku usaha mikro dan kecil.
Taufiq menyampaikan tambahan fakultatif gas LPG subsidi ini bertujuan menjaga keandalan stok hingga tingkat pangkalan.
“Kami memastikan tambahan ini dapat menjaga keandalan stok di lapangan, terutama di pangkalan resmi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kg selama Ramadhan,” ujarnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat mampu untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg agar subsidi tetap tepat sasaran.
Selain itu, pihaknya meminta masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.
“Dengan tambahan 23.520 tabung tersebut, kebutuhan LPG 3 kg di Blora selama Ramadhan diharapkan tetap aman dan distribusi berjalan lancar tanpa gejolak di tingkat konsumen,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















