BLORA, Beritajateng.id – SMPN 1 Sambong di Kecamatan Sambong tercatat mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp1,9 miliar dari pemerintah pusat. Bantuan itu diperoleh dari program revitalisasi untuk memperbaiki fasilitas sekolah.
Bantuan anggaran itu direalisasikan setelah mendapat kunjungan dari eks Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Mariman Darto, pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu.
Dengan adanya perbaikan tersebut, sebanyak enam rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri tersebut harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar ruang kelas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 1 Sambong, Wiwik Sulistyowati, mengatakan sekolah tersebut memiliki 543 siswa yang terbagi dalam 19 rombel.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 192 siswa atau enam rombel, dengan masing-masing kelas berisi 32 siswa, harus mengikuti pembelajaran di sejumlah fasilitas sekolah, seperti musala, lobi, aula, dan laboratorium,” ujar Wiwik, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Wiwik, keterbatasan ruang kelas tersebut membuat penambahan fasilitas belajar menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar.
“Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kemendikdasmen SMPN 1 Sambong mendapatkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas,” katanya.
Ia mengungkap alokasi anggaran dari pemerintah pusat itu digunakan untuk memperbaiki enam ruang kelas, pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi laboratorium IPA, serta rehabilitasi kantor tata usaha (TU).
“Sebelumnya, ruangan yang rusak yang dikunjungi Pak Mariman itu sudah tidak dimanfaatkan selama dua tahun, karena membahayakan siswa,” katanya.
Sementara itu, pelaksana pembangunan, Rasiman, mengatakan pengerjaan proyek telah dimulai pada Juli 2026 dengan melibatkan 29 tenaga kerja lokal. Saat ini progresnya telah mencapai 85 persen.
“Progres pembangunan sudah mencapai 85 persen dan saat ini memasuki tahap penyelesaian atau finishing, termasuk pemasangan keramik,” ujarnya.
Revitalisasi itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang belajar sehingga kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Sambong dapat berlangsung lebih optimal dengan fasilitas yang layak dan nyaman bagi para siswa.
Salah seorang wali murid kelas IX SMPN 1 Sambong, Khamsiati, mengaku senang dengan revitalisasi fasilitas sekolah tersebut. Pasalnya, selama dua tahun ia merasa khawatir karena ada bangunan yang rawan roboh dan membahayakan siswa.
“Setelah ada program revitalisasi ini, Alhamdulillah saya merasa senang sekali. Setelah dua tahun menanti, akhirnya gedung baru untuk anak-anak bisa terwujud sehingga mereka mendapatkan ruang pembelajaran yang layak dan nyaman,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















