GROBOGAN, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat sebanyak 2.800 hektar lahan sawah milik warga terendam air akibat banjir baru-baru ini.
“Ada 2.800 hektar sawah yang terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, Sabtu, 12 Februari 2026.
Menurut Wahju, genangan air yang sempat merendam lahan pertanian kini mulai berangsur surut. Kondisi tersebut memberi sedikit kelegaan bagi para petani yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akan kerusakan tanaman.
“Hari ini sudah pada surut,” katanya.
Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan tanaman, termasuk potensi gagal panen. BPBD bersama instansi terkait akan berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan apabila ditemukan lahan yang mengalami kerusakan parah.
Ia memastikan pemerintah hadir memberikan dukungan kepada petani terdampak banjir, terutama bagi mereka yang mengalami kerugian akibat gagal panen.
“Nantinya sawah yang terdampak hingga menyebabkan gagal panen akan ada bantuan dari pemerintah untuk para korban agar dapat meringankan beban,” jelasnya.
Sebelumnya, banjir yang menerjang Kabupaten Grobogan diakibatkan oleh curah hujan tinggi pada Minggu-Senin, 15-16 Februari 2026. Akibatnya beberapa sungai yang tidak mampu menampung debit air akhirnya meluap dan menggenangi pemukiman warga di beberapa kecamatan.
Berdasarkan data BPBD Grobogan, 42 desa pada 10 kecamatan terdampak banjir. Kecamatan itu diantaranya Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, dan Godong.
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak berat serta beberapa titik tanggul sungai mengalami jebol, di antaranya tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu.
Kemudian tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung, tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















