SEMARANG, Beritajateng.id – Tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, kembali jebol pada Rabu dini hari, 4 Maret 2026, usai diguyur hujan semalaman. Akibatnya ratusan rumah warga terdampak luapan air sungai yang menggenangi permukiman sekitar sungai.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah meninjau lokasi tanggul yang jebol.
Ia pun berharap Pemerintah Pusat segera mengalokasikan anggaran untuk melakukan normalisasi pada sungai tersebut agar tanggul tidak terus-menerus jebol.
“Kita memang sudah mengajukan kepada Pemerintah Pusat untuk menormalisasi sungai dan perubahan talud karena itu sudah lama nih taludnya,” ujarnya.
Sedangkan untuk pembebasan lahan di sekitar sungai, Agustina menjelaskan rencana tersebut telah bergulir lama, namun terkendala Covid-19. Meski begitu, ia mendorong untuk segera melakukan normalisasi sungai sebagai langkah awal penanganan.
“Nah, ini kita tunggu. Mudah-mudahan kalau tahun ini ini bisa diperbaiki artinya di akhir tahun kawan-kawan untuk jebol itu akan tidak ada,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Tugu, Muhammad Khoirul Amir, mengatakan titik tanggul yang jebol berada di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon dengan panjang kurang lebih 25 meter.
“Di RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 120 warga terdampak. Selain rumah warga, ada juga fasilitas umum seperti pondok dan sekolah MI yang ikut terdampak,” jelasnya.
Salah satu warga terdampak, Erna, mengaku kejadian berlangsung sangat cepat saat sebagian besar warga masih terlelap.
“Kejadian sekitar jam 1.30 pagi, orang rumah juga masih pada tidur. Tiba-tiba air itu langsung datang besar. Sebelum jebol ini, sebenarnya sudah ada retakan sudah lama,” ujarnya.
Menurut Erna, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena air datang mendadak. Bahkan ada yang kehilangan emas hingga uang tunai akibat terseret banjir.
Selain kerugian materiil, dampak banjir juga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah. Erna menyebut anaknya yang seharusnya mengikuti ujian terpaksa izin.
“Anak saya yang seharusnya hari ini ujian, jadinya harus izin. Tadi pagi saya sudah izin ke wali kelasnya,” katanya.
Warga berharap ada penanganan cepat agar tanggul yang jebol segera diperbaiki dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















