KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Sebuah seni pertunjukan skala besar bertajuk Dramatari Musikal Babad Benteng Willem I sukses menarik banyak pengunjung. Pertunjukkan ini mengangkat kisah sejarah Benteng Willem I (Fort Willem I) yang merupakan bangunan monumental peninggalan masa kolonial dan menjadi saksi perjalanan sejarah di kawasan Ambarawa.
Pertunjukan ini digarap oleh tim kreatif dengan sutradara JP Awig Soedjatmika yang juga sekaligus sebagai penulis naskah. Sementara Ino Sanjaya bertindak sebagai koreografi para penari. Selain itu, komposisi musik yang epik dipimpin oleh Alrest Kentung.
Danrem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael yang hadir di sela pertunjukan dramatari tersebut mengapresiasi drama seni tari dan kolosal serta musikal yang digelar di Fort Willem I Ambarawa itu.
“Ini bagi saya merupakan event yang cukup bagus, karena mengingatkan kita semuanya bahwa dulu bangsa kita pernah mengalami suatu penjajahan,” ungkapnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Disisi lain, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati mengungkap pertunjukan Dramatari Musikal yang digelar tiap ini bulan akan dikemas dengan berbagai kisah sejarah yang berbeda.
“Sehingga kami harap, selain wisatawan bisa berkunjung di Fort Willem I di Ambarawa ini juga dapat menyaksikan seni pertunjukan Dramatari Musikal tersebut, sekaligus dapat mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya di Kabupaten Semarang,” ungkapnya.
Diketahui, Dramatari Musikal ini merupakan hasil kerja sama berbagai komunitas seni yang selama ini aktif mengembangkan pertunjukan di wilayah Jawa Tengah.
Sejumlah sanggar dan komunitas yang terlibat cukup banyak, antara lain Sanggar Tari Kemrincing, Sanggar Karawitan Nayanika, Legato Music School, Mapio Collection sebagai tim tata rias dan aksesori tari, Sanggar Teater Tawar, serta tim kreatif visual dari Sanggar Desain, Animasi, dan Fotografi Penta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















