REMBANG, Beritajateng.id – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengajak para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas untuk tetap percaya diri dan membangun peran baru di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan pembekalan teknis bagi PNS menjelang pensiun yang digelar di Pendopo Museum Kartini, Kamis, 9 April 2026. Ia menegaskan masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan perubahan bentuk kontribusi kepada masyarakat.
“Pensiun bukan akhir pengabdian, tetapi perubahan bentuk pengabdian. Dulu banyak rutinitas di kantor, sekarang akan lebih banyak bertemu masyarakat dan tetangga,” ujarnya.
Menurutnya, setelah tidak lagi terikat dengan aktivitas kedinasan, para pensiunan justru memiliki ruang yang lebih luas untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Namun ia juga mengingatkan adanya tantangan yang kerap dihadapi para pensiunan, seperti kehilangan rutinitas, jabatan, hingga menurunnya rasa percaya diri. Kondisi tersebut, berpotensi memicu post power syndrome yang berdampak pada kesehatan psikologis.
“Panjenengan akan merasa kehilangan rutinitas, kehilangan posisi, dan yang ditakutkan ini kehilangan kepercayaan diri. Ini jangan sampai dialami. Post power syndrome ini bahaya sekali,” tegas Gus Hanies, sapaan akrabnya.
Sebagai langkah antisipasi, Gus Hanies mendorong para PNS yang akan pensiun untuk mulai membangun identitas baru. Salah satunya dengan mengambil peran sebagai tokoh masyarakat, aktif dalam kegiatan sosial, maupun organisasi kemasyarakatan.
Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para PNS selama bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Gunari, mengungkapkan jumlah PNS yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat mencapai puluhan orang.
“Pada Mei sebanyak 34 orang, Juni 25 orang, dan Juli 26 orang,” jelasnya.
Ia merinci, jumlah tersebut terdiri dari tenaga guru sebanyak 34 orang, tenaga teknis 35 orang, tenaga kesehatan 5 orang, serta pejabat struktural sebanyak 11 orang.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















