SALATIGA, Beritajateng.id – Warga Kota Salatiga mendesak aparat penegak hukum (APH) melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite dan Bio Solar.
Salah satu warga Kecamatan Tingkir, Bramoro (34), menuturkan pengawasan ketat terhadap BBM bersubsidi itu dibutuhkan karena saat ini terdapat kenaikan pada BBM non subsidi.
Ia menilai langkah ini penting guna mengantisipasi potensi penyimpangan, seiring kemungkinan meningkatnya peralihan penggunaan BBM dari non subsidi ke subsidi akibat selisih harga yang semakin tinggi.
“Kalau harga BBM non subsidi naik, ada kemungkinan banyak yang beralih ke subsidi. Ini rawan disalahgunakan, terutama Bio Solar yang sering jadi incaran,” katanya, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, praktik penimbunan maupun pembelian dalam jumlah besar menggunakan kendaraan modifikasi harus menjadi perhatian serius aparat. Ia berharap pengawasan di SPBU bisa diperketat, termasuk penerapan sistem digital yang lebih transparan.
Senada, warga lainnya, David (41) menilai, distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran agar tidak merugikan masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan sampai yang berhak malah kesulitan, sementara yang tidak berhak justru leluasa membeli. Pengawasan harus diperketat,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi berpotensi meningkatkan tekanan ekonomi masyarakat, sehingga kebijakan pengendalian distribusi BBM bersubsidi menjadi semakin krusial. Aparat penegak hukum dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di lapangan, serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang terjadi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















