REMBANG, Beritajateng.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memasang sebanyak 132 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di ruas jalan wilayah Kabupaten Rembang tahun ini.
Kepala Seksi Pembangunan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang, Ariyanto, mengungkap program tersebut merupakan bantuan langsung dari pusat. Dalam hal ini, pihaknya hanya akan berperan sebagai fasilitator di lapangan.
“Ini kegiatan dari Kementerian Perhubungan, jadi langsung dari pusat. Kita di daerah hanya sebagai tuan rumah, untuk pelaksanaan dan pengawasan lebih detail dari kementerian,” ujar Ariyanto, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, ratusan LPJU tersebut akan dipasang di tiga ruas jalan utama. Diantaranya sebanyak 82 unit akan dipasang di jalur Pantura mulai dari batas Kota Rembang hingga Kecamatan Bulu yang berbatasan dengan Tuban, Jawa Timur.
Kemudian, 35 unit dipasang di ruas batas Kota Rembang hingga perbatasan Kabupaten Blora, serta 15 unit lainnya di ruas Simpang 3 Timur Jalan Lingkar Pati hingga batas Kota Rembang.
Selain itu, ia mengungkap program dari Kemenhub juga mencakup pembangunan satu unit lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Landoh, Kecamatan Sulang. Saat ini, proses pengerjaan di lokasi tersebut telah dimulai.
“Untuk traffic light di Landoh, proses begasting pondasi dan galian sudah dilaksanakan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ariyanto menuturkan Pemkab Rembang juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk menambah LPJU di sejumlah titik. Anggaran tersebut dibagi menjadi dua paket pekerjaan, masing-masing sekitar Rp150 juta.
“Estimasi bisa untuk sekitar 15 sampai 20 unit LPJU, tergantung perencanaan nanti apakah menggunakan tiang atau setang,” kata Ariyanto.
Salah satu lokasi prioritas pemasangan LPJU dari APBD itu yakni ruas jalan Sulang-Sumber. Usulan ini berasal dari Bupati Rembang, mengingat kondisi jalan yang telah diperbaiki melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), namun masih terdapat banyak titik gelap.
“Sebagian akan diarahkan ke ruas Sulang-Sumber karena jalannya sudah bagus, tapi masih banyak titik gelap. Sisanya menunggu petunjuk lebih lanjut,” imbuhnya.
Ia menjelaskan saat ini proyek LPJU dari APBD masih dalam tahap persiapan perencanaan dan administrasi. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada Juni hingga Juli 2026.
Sementara itu, dukungan dari pemerintah provinsi pada tahun ini masih terbatas pada pengerjaan marka jalan seluas sekitar 3.000 meter persegi yang telah rampung. Untuk bantuan penerangan jalan umum maupun suku cadang LPJU, ia mengungkap belum ada tambahan signifikan.
“Dari provinsi kemarin hanya marka jalan, sudah selesai. Untuk PJU belum ada, bahkan spare part juga masih terbatas,” pungkas Ariyanto.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















