KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari mengungkap upaya revitalisasi berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Kendal terus dilakukan dengan berkoordinasi langsung ke pemerintah pusat. Menurutnya hal ini sebagai solusi apabila anggaran daerah belum mencukupi untuk melakukan perbaikan sekolah yang rusak
“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan setiap tahun memiliki program revitalisasi untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan,” jelasnya saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah ke-30 yang digelar di SMPN 4 Cepiring, Sabtu, 2 Mei 2026.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran yang menampilkan berbagai potensi lokal, seperti stan makanan tradisional, kerajinan, serta hasil karya siswa dan masyarakat.
Dalam kesempatan di momen Hardiknas itu, Bupati yang akrab disapa Mbak TIka itu juga menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu harus ada sinergitas, kolaborasi, dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, maupun media. Jika kolaborasi terbentuk, insyaallah pendidikan bermutu bagi putra-putri bangsa dapat terwujud,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru PAUD. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menganggarkan kesejahteraan guru PAUD selama 12 bulan penuh, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya tiga bulan.
“Triwulan pertama saat ini sudah dalam proses pencairan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menyebut bahwa kebijakan pemerintah saat ini mendorong digitalisasi pembelajaran.
“Kami berharap anak-anak sudah mulai terbiasa belajar menggunakan teknologi. Pemerintah juga telah menyediakan smartboard di sekolah-sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih variatif,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi kunci dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Dengan kesiapan tersebut, kita optimistis visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia dapat terwujud,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















