PEKALONGAN, Beritajateng.id — Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengungkap sebanyak 65 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai dibangun 100 persen dan siap untuk beroperasi. Hal itu ia katakan saat mengikuti peluncuran serentak Koperasi Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia secara daring dari KDKMP Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Sukirman menyampaikan bahwa pemerintah daerah terlibat aktif sejak awal proses pembentukan Koperasi Merah Putih tersebut. Pihaknya juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga DPRD.
“Sejak awal kick off bersama Dandim, Kapolres, dan pimpinan DPRD, kami sudah terlibat. Bahkan peletakan batu pertama dilakukan di Kesesi. Hari ini kita menyaksikan operasionalisasi secara nasional, dan Pekalongan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian langsung dari Bapak Presiden,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, kebijakan pembentukan Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan ekonomi. Menurutnya, kebijakan politik seperti ini terbukti menjadi cara paling cepat dalam merencanakan sekaligus menggerakkan pembangunan di daerah.
Sukirman juga menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyebut, kehadiran koperasi justru akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
“UMKM nanti akan saling mendorong dan bersinergi. Produk-produk UMKM yang punya potensi akan dipasarkan melalui KDKMP. Jadi ini saling menguatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang menjelaskan bahwa peresmian Koperasi Merah Putih yang dilakukan secara nasional menyasar sebanyak 1.061 titik, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Nganjuk.
Di Kabupaten Pekalongan sendiri, hingga saat ini terdapat 65 titik Koperasi Merah Putih yang telah siap 100 persen. Namun, operasional secara penuh masih dilakukan secara bertahap seiring proses distribusi perlengkapan dari pemerintah pusat.
“Per hari ini ada 65 titik yang sudah siap. Untuk fasilitas, AC sudah tersedia di sekitar 57 titik, kendaraan di sekitar 30 titik, dan kendaraan roda tiga di sekitar 12 titik. Tapi memang belum semuanya beroperasi penuh karena masih proses pendistribusian,” terang Garry.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh koperasi dapat beroperasi optimal pada Agustus mendatang, setelah seluruh kebutuhan terpenuhi.
Garry berharap, kehadiran Koperasi Merah Putih mampu mendorong perputaran ekonomi dari tingkat desa. Sehingga diharapkan masyarakat desa dapat merasakan langsung manfaat ekonomi yang dihasilkan.
“Harapannya ekonomi benar-benar berputar dari bawah. Masyarakat desa yang menikmati, sehingga pertumbuhan ekonomi dari bawah menjadi kuat dan mendukung ketahanan nasional,” ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pelaku UMKM terkait potensi persaingan dengan koperasi, Garry menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih tidak akan menjadi pesaing, melainkan mitra strategis.
“Intinya ini untuk memperkuat ekonomi daerah. Semua berjalan bersama-sama, bersinergi, tidak ada saling menyaingi,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















