SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga akan menyiapkan produksi komposter murah untuk mengatasi masalah sampah yang semakin menumpuk di wilayah setempat.
Siswa dari SMK rencananya akan dilibatkan dalam produksi teknologi ini agar bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas. Selain itu, Pemkot juga berencana mengembangkan budidaya magot sebagai pengurai sampah organik.
Metode ini dinilai mampu menjadi solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi tambahan melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak.
Wali Kota Robby Hernawan mengatakan penanganan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemkot Salatiga dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga dan mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan komposter sederhana.
“Persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga,” kata Robby, Kamis, 4 Juni 2026.
Robby mengatakan, dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat ditekan secara signifikan.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Salatiga saat ini juga tengah menjajaki kerjasama dengan pihak swasta untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah di daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan teknologi yang mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















