REMBANG, Beritajateng.id – Perkembangan komunitas dan pelaku perfilman di Rembang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Dengan tren positif itu, Rembang memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kreativitas audiovisual di Jawa Tengah.
Hal ini diungkap Ketua Kertangkes.id, Andyka Galih Dwi Saputra. Menurutnya munculnya generasi muda yang menempuh pendidikan formal di bidang perfilman hingga tingkat perguruan tinggi menjadi modal penting bagi kemajuan industri kreatif daerah.
“Perkembangan komunitas dan industri perfilman di Kabupaten Rembang sebenarnya menunjukkan potensi yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari sisi SDM. Saat ini mulai banyak generasi muda Rembang yang menempuh pendidikan formal di bidang perfilman hingga tingkat S1 sehingga kemampuan teknis maupun kreativitas dalam produksi audiovisual semakin berkembang,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Andyka, karya-karya sineas muda Rembang mulai dikenal melalui berbagai lomba, festival film, hingga kompetisi tingkat regional dan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas SDM lokal mampu bersaing dengan daerah lain. Meski demikian, ia menilai penguatan ekosistem industri kreatif masih diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Potensi untuk menembus tingkat provinsi maupun nasional sebenarnya cukup besar karena kualitas SDM yang tersedia sudah mulai meningkat. Hanya saja masih memerlukan ruang produksi dan dukungan yang lebih konsisten agar karya-karya tersebut dapat berkembang secara lebih luas,” jelasnya.
Rembang sendiri memiliki beragam potensi visual yang menarik untuk diangkat dalam karya audiovisual. Mulai dari kawasan pesisir, destinasi wisata, tradisi masyarakat, hingga situs sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. Potensi ini dinilai mampu menjadi daya tarik bagi rumah produksi maupun kreator dari luar daerah untuk menjadikan Rembang sebagai lokasi produksi film, dokumenter, maupun konten kreatif lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Chomawati, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan subsektor perfilman sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.
Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari workshop perfilman, pelatihan produksi audiovisual, seminar kreatif hingga penyelenggaraan lomba film untuk meningkatkan kapasitas pelaku kreatif lokal.
“Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda, termasuk di bidang perfilman. Kami melihat sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung promosi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat,” kata Isti.
Ia menambahkan, film dan karya audiovisual memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kekayaan lokal Kabupaten Rembang kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui karya audiovisual, potensi wisata, budaya, sejarah, dan identitas daerah dapat dipromosikan secara lebih menarik dan efektif. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan insan kreatif dapat terus diperkuat sehingga perfilman Rembang mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















