BLORA, Beritajateng.id – Seorang ibu rumah tangga di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, ditemukan gantung diri di ruang keluarga pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. Diduga aksi nekat ini terjadi akibat beban ekonomi saat anak hendak masuk pondok pesantren (ponpes).
Korban diketahui berinisial M (41), seorang wiraswasta setempat. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh suami korban, R (44), dan anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun, setelah mereka baru saja tiba di rumah.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, membenarkan adanya laporan kejadian bunuh diri tersebut. Petugas dari Polsek Kradenan bersama tim medis langsung bergerak menuju lokasi, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan warga.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni bunuh diri,” ujar AKP Midi saat dikonfirmasi.
AKP Midi, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIB saat korban hendak pulang dengan berjalan kaki dari rumah mertuanya di wilayah Kecamatan Kedungtuban. Namun, sang suami melarangnya berjalan kaki dan memilih untuk mengantarkannya menggunakan sepeda motor.
Setibanya di rumah mereka di Kecamatan Kradenan pada pukul 05.00 WIB, korban meminta suaminya untuk kembali ke rumah orang tuanya guna menjemput anak mereka. Tanpa menaruh rasa curiga, suami korban langsung berangkat menjemput sang anak.
“Sekira pukul 06.00 WIB, suami dan anak korban tiba kembali di rumah. Namun, saat membuka pintu rumah, suami korban tersentak kaget melihat istrinya sudah dalam posisi tergantung di blandar (pengeret) ruang keluarga, menggunakan tali tampar plastik berwarna kuning,” jelasnya.
Melihat kejadian tersebut, suami dan anak korban berteriak histeris. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga setempat yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kradenan.
Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, terkait motif aksi nekat tersebut, pihak kepolisian menduga korban mengalami beban pikiran mendalam terkait masalah ekonomi. Sebelum kejadian, korban dan suaminya sempat membahas rencana biaya sekolah anak mereka yang berniat masuk ke ponpes.
“Dugaan sementara, korban mengalami kesulitan ekonomi terkait biaya anaknya yang ingin masuk pondok pesantren. Hal tersebut diduga memicu korban melakukan tindakan nekat tersebut,” ujar AKP Midi.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar plastik berwarna kuning.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















