KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal mendukung penuh pelaksanaan tradisi Sedekah Laut sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal.
Salah satunya Sedekat Lauh yang digelar masyarakat Desa Gempolsari, Kecamatan Rowosari, Kendal, pada Jumat, 26 Juni 2026. Tradisi tahunan ini telah menjadi bagian dari masyarakat pesisir yang diwariskan secara turun menurun.
Dalam prosesi Sedekah Laut Gempolsari, para warga dan nelayan setempat melarung sesaji berupa kepala sapi, aneka jajanan pasar, dan hasil bumi ke tengah laut untuk didoakan bersama.
Usai larung sesaji selesai, sejumlah nelayan mengambil air di sekitar lokasi sesaji yang telah dilarung untuk kemudian dipercikkan ke kapal masing-masing sebagai simbol harapan memperoleh keselamatan dan rezeki yang melimpah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, Nurul Farida menuturkan, Sedekah Laut atau Pesta Laut merupakan tradisi sakral yang setiap tahun digelar oleh masyarakat nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil tangkapan laut yang melimpah serta keselamatan selama mencari nafkah di lautan.
“Dalam tradisi tersebut, masyarakat melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga prosesi melarung sesaji ke laut. Sesaji yang dilarungkan menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, hasil tangkapan yang melimpah, serta keselamatan bagi para nelayan,” terang Nurul Farida.
Ia menilai Sedekah Laut bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya, spiritual, gotong royong, dan kearifan lokal yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda.
“Dengan banyaknya dukungan terhadap kegiatan Sedekah Laut ini, harapannya masyarakat, khususnya kalangan pelajar, semakin mengenal dan mencintai budaya daerah,” harapnya.
Nurul Farida menyatakan, pelestarian tradisi lokal dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Kabupaten Kendal di tengah arus modernisasi.
“Selain menjadi wujud syukur masyarakat pesisir, Sedekah Laut juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mempererat kebersamaan warga serta menggerakkan perekonomian lokal melalui berbagai kegiatan yang menyertainya,” imbuhnya.
Ia juga berharap, tradisi ini tetap hidup dan menjadi warisan budaya yang membanggakan bagi masyarakat Kendal.
“Mari kita bersama-sama untuk melestarikan dan nguri-uri budaya lokal yang kita punya,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















