BATANG, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih hingga awal Juli 2026.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, menilai kondisi tersebut tidak lepas dari kawasan hutan di wilayah selatan Batang yang masih terjaga sehingga mampu menyimpan cadangan air.
Pihaknya pun mengingatkan warga khususnya petani di wilayah dataran tinggi, agar tidak membuka lahan pertanian dengan mengurangi kawasan hutan. Menurutnya, menjaga tutupan hutan menjadi salah satu upaya penting untuk mempertahankan ketersediaan sumber air saat musim kemarau datang.
Meski begitu, Wawan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap aman selama musim kemarau 2026. Pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kekeringan.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni bekerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) untuk menjamin pasokan air bersih kepada masyarakat secara gratis.
“Kita selalu pada saat musim kemarau ini kita selalu standby. Dan tidak hanya BPBD, kami dibantu terutama dari PDAM. Kita secara transportasi, secara armada kita dan PMI punya tangki air. Dan untuk stok air juga dari PDAM siap membantu 100 persen, artinya tanpa biaya,” ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Wawan, berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BPBD se-Jawa Tengah, musim kemarau tahun ini diilustrasikan dengan istilah Godzilla yakni gambaran kondisi cuaca yang diperkirakan lebih panas dari biasanya.
“BMKG menyampaikan yang namanya Godzilla. Artinya bahwa itu ilustrasinya bahwa tahun ini lumayan panas untuk kemaraunya.”
Meski BMKG menetapkan awal musim kemarau di Batang dimulai sejak Juni, Wawan menyebut dampaknya baru benar-benar dirasakan masyarakat pada Juli karena hampir seluruh wilayah sudah tidak lagi diguyur hujan.
Ia menambahkan, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus. Bahkan, BMKG memperkirakan kondisi kekeringan pada 2027 berpotensi lebih parah akibat curah hujan awal tahun yang diprediksi lebih rendah dibandingkan 2026 sehingga cadangan air tanah akan semakin berkurang.
“Jadi tahun ini panas, Godzilla, tapi tahun depan akan lebih kekeringan lagi. Kenapa? Karena prediksi hujannya di awal tahun 2027 ini tidak setinggi yang awal tahun kemarin 2026. Sehingga nanti stok air di musim kemarau 2027 ini lebih sedikit dibanding tahun ini,” kata dia.
Sebagai informasi tambahan, pada musim kemarau 2024 BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah kecamatan, seperti Limpung, Batang, Wonotunggal, Bandar, Kandeman, Warungasem, Subah, dan Pecalungan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















