BLORA, Beritajateng.id – Warga di Kecamatan Cepu menyoroti pelaksanaan proyek gorong-gorong di Jalan Pramuka atau Jalan By Pass Cepu wilayah Kelurahan Balun. Hal ini karena terlihat pipa PDAM di tengah lubang gorong-gorong yang sedang dibangun.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Narto, mengatakan bentuk gorong-gorong tidak sesuai dengan kesepakatan ketika pembahasan di kantor Kelurahan Balun. Menurutnya pipa PDAM tersebut berpotensi menahan laju aliran air yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sebelum pembangunan dimulai disepakati bahwa gorong-gorong akan dibangun di bawah jaringan pipa PDAM.
“Kalau pekerjaan seperti ini tetap dilaksanakan, saat debit air besar dikhawatirkan akan kembali menimbulkan persoalan,” ujar Narto, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, pembangunan pelebaran gorong-gorong sudah cukup baik. Namun keberadaan pipa PDAM di tengah jalur air bisa memicu permasalahan dikemudian hari.
“Meskipun diameter gorong-gorong diperbesar, aliran air yang bisa lewat hanya sekitar setengah lingkaran karena terhalang pipa, sehingga fungsinya dinilai tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya,” ujar Narto.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan sebelumnya kondisi pipa PDAM berada di atas gorong-gorong.
“Pipa kita tidak bisa ditinggikan atau di dalam-kan, karena posisi itu sudah perhitungan. Dulu gorong-gorongnya kecil di bawah pipa,” terangnya.
Yan Riya menilai kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan banyak tumpukan sampah yang akan tertahan di pipa PDAM. Sehingga ia menyarankan untuk dibuat penghalang sampah sebelum masuk ke gorong-gorong.
“Dua pipa PDAM itu kuat terlebih untuk yang 16 inci, kalau rusak karena aliran air atau sampah tidak ya. Tapi ya berharapnya ada penghalang sampah sebelum aliran masuk ke gorong-gorong. Jadi bisa dipantau dari luar,” terangnya.
Pelaksana tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi, Andila, membenarkan adanya permasalahan pipa PDAM dalam pembangunan gorong-gorong.
Pihaknya pun telah melakukan survey lapangan untuk mengumpulkan data fakta kondisi, yang nantinya akan dilaporkan ke Kepala BPJ Purwodadi.
“Saat ini belum bisa statement, karena data baru kita kirimkan ke Kepala Balai,” katanya.
Sementara itu, di lokasi terdapat dua paket pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan papan informasi proyek, paket pertama merupakan penggantian gorong-gorong Balun 3 pada ruas Singget–Doplang–Cepu KM Smg 152+250 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.062.000, Nomor Kontrak 000.3.2/1092, tertanggal 23 Juli 2026.
Sementara paket kedua adalah pekerjaan talud ruas Todanan–Ngawen dan Singget–Doplang–Cepu dengan nilai kontrak Rp397.199.000, Nomor Kontrak 000.3.2/1091, tertanggal 23 Juli 2026.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















