REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berupaya meningkatkan mitigasi dalam menghadapi bencana. Salah satunya melalui Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) Tahun 2026, Kamis, 6 Agustus 2026.
Wakil Bupati Hanies Cholil Barro’ mengungkap sebanyak 130 dari 294 desa mengikuti PKD tahun ini. Menurutnya mayoritas desa telah berhasil meraih kategori Desa Tangguh Tingkat Utama.
Adapun desa dengan kategori Pratama berjumlah 12. Ia menuturkan desa yang masuk kategori ini membutuhkan pendampingan lebih intensif untuk penanggulangan bencana dari berbagai pihak, termasuk kecamatan.
“Kenapa kecamatan kami undang juga, supaya mereka mengetahui desa-desa yang masih membutuhkan dukungan lebih kuat, terutama dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim, menjelaskan hasil PKD 2026 menunjukkan 61 desa berhasil masuk kategori Tingkat Utama, 57 desa kategori Tingkat Madya, dan 12 desa masih di kategori Tingkat Pratama.
Diantara desa kategori Pratama itu yakni Pinggan (Kecamatan Bulu), Demaan dan Suntri (Gunem), Karanglincak, Kebloran, serta Pandangan Wetan (Kragan), Jolotundo dan Karangturi (Lasem), Tulung (Pamotan), serta Bajingmeduro, Gonggang, dan Gunungmulyo (Sarang).
Ia berharap desa-desa tersebut mampu meningkatkan kapasitas dalam mitigasi bencana. Salah satunya dengan mengalokasikan APBD desa untuk anggaran penanggulangan bencana agar program kesiapsiagaan berjalan dengan baik.
“Ketangguhan desa bukan sekadar nilai, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar siap menghadapi bencana, mampu melindungi diri, dan dapat pulih dengan cepat ketika bencana terjadi,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















