KENDAL, Beritajateng.id – Perwakilan Kabupaten Kendal, Siti Asifah, berhasil menjadi pemenang utama KATALIS II P2DD X Digdaya 2026 untuk regional Jawa-Bali dalam kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Kamis 24 September 2026.
Kepesertaan dalam KATALIS II menjadi salah satu indikator penilaian kinerja tahunan TP2DD tahun 2027 dan peserta terbaik pada masing-masing wilayah akan diikutsertakan dalam kegiatan benchmarking Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) pada KATALIS IV 2026.
Siti Asifah yang merupakan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal itu tercatat sebagai satu dari lima pemenang utama yang mewakili lima regional Indonesia. Baginya, capaian tersebut adalah hasil dari proses pembelajaran, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengetahuan yang diikuti selama program KATALIS II P2DD.
Ia menjelaskan, dalam program tersebut peserta diwajibkan mengikuti sedikitnya dua topik online webinar dan menyelesaikan minimal satu modul asynchronous melalui Learning Management System (LMS).
Peserta juga dituntut melakukan knowledge sharing kepada ASN lainnya. Kegiatan tersebut harus dilengkapi dengan sejumlah bukti pendukung, mulai dari dokumentasi, daftar hadir, materi, hingga laporan singkat.
“Penilaiannya juga cukup komprehensif, meliputi nilai tes sebesar 50 persen, keikutsertaan dalam online session 30 persen, dan knowledge sharing kepada ASN lainnya sebesar 20 persen,” jelasnya.
Menurutnya, proses tersebut menjadi pengalaman berharga karena peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikan dan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada ASN lain di lingkungan Pemda masing-masing.
“Alhamdulillah, dari seluruh proses yang kami ikuti, saya bisa menjadi wakil regional Jawa-Bali sebagai pemenang utama KATALIS II P2DD,” ungkapnya.
Asifah menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal, khususnya Bupati, Sekda Kendal dan Kepala Bapenda, yang terus memberikan ruang bagi aparatur untuk meningkatkan kompetensi dan mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas.
Dirinya menyatakan, semangat yang dibangun melalui KATALIS II P2DD sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk terus memperkuat transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah.
“Bukan hanya sistemnya yang digital, tetapi proses bisnisnya juga harus semakin efektif dan masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mengembangkan inovasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
“Harapannya, knowledge yang kami dapatkan bisa terus dikembangkan dan diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah,” imbuhnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Tia















