KENDAL, Beritajateng.id – Usai dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal pada 3 September 2026 kemarin, Anang Widiasmoro menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Strategi pendapatan daerah akan berfokus pada penguatan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, digitalisasi layanan, optimalisasi aset, serta penguatan tata kelola di internal,” ujar Anang, Rabu 30 September 2026.
Menurutnya, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak maupun retribusi perlu dilakukan dengan acuan data yang lebih kuat. Salah satunya melalui pendataan ulang berbasis data objek dan subjek pajak. Ia juga akan memperluas basis objek pajak dengan menggali sumber baru.
“Misalnya pajak listrik, kita cari sumber baru, seperti genset. Jadi basis objek pajaknya kita perluas,” jelasnya.
Selain itu, Anang menilai penagihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan realisasi pendapatan daerah. Pihaknya bahkan berencana menggandeng ASN di tingkat kecamatan untuk penagihan karena keterbatasan sumber daya manusia.
“Waktu kita sangat terbatas sampai Desember. Kalau PBB-P2 sampai 31 Oktober, memang harus kita kejar dan bergerak,” tegasnya.
Dari sisi tata kelola, Bapenda juga terus melakukan pembenahan dengan mengoptimalkan SDM, sarana prasarana, hingga sistem pembayaran pajak. Saat ini kanal pembayaran tidak hanya melalui Bank Jateng, tetapi diperluas melalui perbankan lainnya hingga marketplace.
Anang menyatakan, Bapenda Kendal juga mulai membidik potensi penerimaan dari sektor industri. Menurutnya, sektor industri memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang perlu dioptimalkan.
Untuk tahap awal, Bapenda akan memprioritaskan sektor industri dalam pemetaan dan optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Di Kendal ini sektor industri bisa berpengaruh dengan sektor lain. Jadi PBB dan BPHTB kami fokuskan dulu ke sektor industri dan menjadi skala prioritas utama,” tuturnya.
Sementara terkait opsen pajak, Anang menyebut Bapenda tetap memperkuat koordinasi dengan Samsat. Menurutnya, kerja sama tersebut selama ini telah berjalan baik dan akan terus ditingkatkan.
Anang juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mengoptimalkan pendapatan daerah. Salah satunya melalui program Sengkuyung dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
“Yang paling penting kolaborasi seluruh stakeholder. Pajak itu fokus di Bapenda, untuk pajak tertentu kita minta bantuan OPD pengampu,” jelasnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, Anang optimistis potensi pendapatan daerah Kendal masih dapat terus dimaksimalkan, meski waktu dan SDM terbatas.
“Kami akan berikhtiar agar pendapatan daerah bisa semaksimal mungkin untuk pemungutannya,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Utia Lil















