KENDAL, Beritajateng.id – Bantuan program Kartu Jateng Ngopeni (KaJeN) telah menyasar sekitar 480 orang di wilayah Kabupaten Kendal sepanjang 2026. Hal ini diungkap Bupati Dyah Kartika Permanasari saat menyerahkan bantuan itu pada Kamis, 8 Oktober 2026.
“Ada 480 yang menerima bantuan KaJeN dari berbagai kondisi, ada yang karena tidak produktif, disabilitas, ODGJ, penyakit kronis, lansia dan lainnya,” ungkap Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Untuk pelaksanaan kali ini, bantuan KaJeN menyasar warga di empat lokasi. Yakni Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kelurahan Pegulon, dan Kelurahan Kalibuntu Wetan.
Bupati Tika mengatakan, penyaluran KaJeN tidak hanya menjadi bentuk bantuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi para penerima manfaat.
“Harapannya penyaluran KaJeN ini bisa membantu meringankan beban para warga. Salah satunya warga yang sudah tidak produktif sehingga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Dalam penyaluran tersebut, Bupati Tika terlebih dahulu mendatangi rumah Sugiyo di Desa Karangayu. Sugiyo merupakan warga yang rumahnya pernah mengalami kebakaran dan sebelumnya telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan.
“Yang pertama tadi kita ke rumah Bapak Sugiyo di Karangayu. Waktu itu rumahnya kebakaran dan kami janji untuk diusulkan. Alhamdulillah disetujui dan cair,” ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati mengunjungi Abdul Jamil, warga Desa Cepiring yang menderita stroke. Sementara dua penerima lainnya di Pegulon dan Kalibuntu Wetan merupakan penyandang disabilitas.
Menurut Bupati Tika kunjungan langsung kepada penerima bantuan KaJeN tersebut juga memungkinkan pemerintah mengetahui kebutuhan lain yang membutuhkan tindak lanjut.
“Kalau kita hadir sekaligus menyalurkan bantuan, kita bisa melihat kondisi warga. Sehingga kalau membutuhkan tindak lanjut, maka akan kita tindak lanjuti,” tandasnya.
Ia mencontohkan, beberapa penerima yang ditemui sebelumnya membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Ada warga dengan cerebral palsy dan down syndrome yang masih membutuhkan terapi, sehingga pemerintah membantu mengurus kepesertaan BPJS.
“Kemudian ada yang kanker juga kita kirim ke Yayasan Kanker Indonesia di Semarang. Ada lansia yang keluarganya tidak ada, kita kirim ke panti,” ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan KaJeN, Abdul Jamil, warga Desa Cepiring, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Ia telah menderita stroke selama sekitar empat tahun sehingga tidak lagi mampu bekerja.
Sebelum sakit, Abdul Jamil bekerja sebagai tukang sol sepatu. Namun, kondisi kesehatannya membuat dirinya kini tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah empat tahun sakit dan tidak bisa bekerja sama sekali. Untuk kebutuhan sehari-hari ya dari anak saya,” kata istri Abdul Jamil, Kiswati.
Kiswati menuturkan, selama ini keluarganya belum pernah menerima bantuan sosial. Karena itu, bantuan KaJeN yang diterimanya menjadi sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial apa pun. Baru sekarang mendapatkan bantuan. Saya berterima kasih sekali kepada Bu Tika,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut sehingga dapat membantu dirinya dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan ini terus berkelanjutan agar bisa menopang kebutuhan kami,” harapnya.
Jurnalis: Anik Kustinai
Editor: Utia Lil















