SALATIGA, Beritajateng.id – Cabai rawit merah menduduki harga tertinggi daripada jenis cabai lainnya di Salatiga pada pekan ini. Di Pasar Rejosari dan Blauran harganya mencapai Rp72.500, sementara di Pasar Raya I menembus Rp75.000 per kilogram.
Adapun cabai merah keriting juga dijual dengan harga relatif tinggi. Di Pasar Raya I, harganya mencapai Rp64.333 per kilogram. Adapun di Pasar Rejosari sebesar Rp60.000 dan Pasar Blauran Rp57.500 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah besar di Pasar Raya I tercatat Rp40.000 per kilogram. Di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran, komoditas tersebut dijual Rp47.500 per kilogram.
Untuk cabai rawit hijau, harga di Pasar Rejosari dan Pasar Raya I masing-masing Rp50.000 per kilogram. Sedangkan di Pasar Blauran, harganya lebih rendah, yakni Rp42.500 per kilogram.
“Harga cabai masih tinggi. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga turun. Biasanya harga akan turun jika stok mulai melimpah,” kata salah satu pedagang, Maryati, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurutnya, sampai saat ini stok cabai di pasar belum banyak karena petani di daerah penghasil belum memasuki masa panen. Hal ini diduga menjadi pemicu harga masih bertahan tinggi sementara permintaan cukup banyak.
“Di bulan ini banyak daerah yang menggelar acara tradisi seperti Merti dusun dan nyadran. Sehingga ada peningkatan permintaan konsumen. Kondisi ini juga mempengaruhi harga,” ujarnya.
Di tengah variasi harga cabai tersebut, harga telur ayam ras berada pada kisaran Rp24.000 hingga Rp25.500 per kilogram. Harga terendah tercatat di Pasar Blauran sebesar Rp24.000, sedangkan harga tertinggi berada di Pasar Rejosari sebesar Rp25.500.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















