DEMAK, Beritajateng.id – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) Benjamin Paulus Octavianus memuji pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di wilayah Kabupaten Demak. Ia menuturkan daerah itu menjadi salah satu percontohan dalam program nasional tersebut.
“Kabupaten Demak mendapat capaian tertinggi se-Jawa Tengah. Konsistensi dan cara kerja yang sudah tepat menjadikan Kabupaten Demak sebagai salah satu percontohan nasional,” ujarnya di gedung IPHI Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Wamenkes turut meninjau pelaksanaan CKG, kesehatan lingkungan (kesling), serta pemeriksaan tuberkulosis (TBC) menggunakan teknologi sinar-X atau X-ray.
Benjamin mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program kesehatan nasional berjalan efektif di daerah. Sebelumnya, peninjauan serupa juga dilakukan di Jepara dan Kudus sebelum dilanjutkan ke Demak.
“Saya melihat pelaksanaan CKG berjalan dengan baik. Pantas Jawa Tengah menjadi yang tertinggi se-Indonesia. Ada kurang lebih 19 juta orang yang telah mengikuti CKG di Jawa Tengah,” ungkap Benjamin.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Sinergi antar pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain cek kesehatan gratis, Benjamin menekankan upaya percepatan penanggulangan TBC. Ia menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit tersebut sehingga diperlukan pemeriksaan dan deteksi dini secara lebih luas.
“Indonesia merupakan penderita kasus TBC terbanyak kedua di dunia. Oleh karena itu, pemerintah memiliki prioritas pemberantasan TBC nasional melalui berbagai pemeriksaan, termasuk CKG dan X-ray,” jelasnya.
Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, khususnya pada paru-paru, pasien dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Benjamin mengungkap, dalam peninjauan di Demak, dirinya melihat secara langsung adanya temuan masalah pada paru-paru yang dapat segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan kesehatan.
“Kalau sakit, langsung dapat diperiksa dan dapat terlihat. Tadi saya melihat ada masalah di paru-parunya, sehingga dapat diatasi secara langsung. Inilah yang kita lihat, program nasional ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Utia Lil















