Program RendangMu Lazismu Kudus Himpun Kurban Senilai Rp 311 Juta Tahun Ini

Manajer Lazismu Kudus, Ravitri Harvian saat menunjukkan produk RendangMu yang jadi alternatif cara baru untuk berqurban saat Iduladha. (Dok. for Beritajateng.id)

KUDUS, Beritajateng.id – Program RendangMu menjadi terobosan dari Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kudus dalam pengelolaan hewan qurban. Terobosan ini dinilai menjadi cara baru bagi masyarakat untuk berkurban dengan lebih efektif, tahan lama, dan merata. 

Melalui program ini, pembagian qurban tidak dilakukan dalam bentuk daging segar, akan tetapi diolah menjadi rendang kaleng yang tahan hingga dua tahun dan dapat dikirim ke wilayah rawan pangan maupun terdampak bencana.

Manajer Lazismu Kudus, Ravitri Harvian menyampaikan, program ini sudah berjalan di seluruh wilayah Jawa Tengah termasuk di Kabupaten Kudus. Ia menjelaskan, berqurban lewat RendangMu sudah sesuai dengan syariat Islam. Mulai dari proses penyembelihan, memasak hingga pendistribusiannya.

Ravi menyebut, produk RendangMu juga telah tersertifikasi halal MUI dan BPOM. Kemudian, keunggulan utama berqurban melalui RendangMu yakni awet, higienis, mudah distribusi, dan berdampak luas. 

“Bahkan Lazizmu sudah mendistribusikan produk RendangMu hingga ke Palestina, Sudan, dan daerah 3T di Indonesia,” paparnya.

Dia mengatakan, masyarakat bisa berpartisipasi dengan skema patungan Rp 3 juta atau satu ekor sapi Rp 21 juta jika ingin berqurban lewat program RendangMu.

Ia menyampaikan, program Qurbanmu 1446 H tahun ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Lazismu Kudus pun sudah berhasil menghimpun dana qurban senilai Rp 311 juta dari target awal sekira Rp 206,7 juta.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kudus semakin peduli terhadap pengelolaan qurban yang berdampak luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dirinya membeberkan, dana yang dihimpun digunakan untuk pembelian hewan qurban dan produksi rendang kaleng melalui pabrik bersertifikasi. Setiap pequrban menerima bukti berupa rendang kaleng dan laporan transparan terkait pemotongan serta distribusi.

“Ini bukan hanya soal distribusi makanan. Program ini juga memberdayakan UMKM binaan Muhammadiyah dan membuka peluang beasiswa dari surplus dana. Jadi, qurban ini berdampak ekonomi dan pendidikan,” tuturnya.

Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S

Exit mobile version