DEMAK, Beritajateng.id – Banjir akibat enam titik tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Jumat, 3 April 2026 di Kecamatan Demak menyebabkan ratusan hektar sawah terendam air. Berdasarkan laporan, sawah yang kebanjiran seluas 671 hektar dengan ketinggian air bervariasi.
“Ketinggian genangan banjir di areal persawahan bervariasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono, Minggu, 5 April 2026.
Selain merendam areal persawahan, Agus mengungkap genangan banjir juga berdampak terhadap 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, serta 18 sekolah. Akibat peristiwa tersebut, warga yang mengungsi juga cukup banyak yakni sekitar 2.839 jiwa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan mengungkapkan lahan tanaman padi yang terendam banjir tersebar di sejumlah desa. Lokasi paling parah terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo dengan luas lahan di kedua desa mencapai 660 hektar.
Untuk usia tanaman padi yang tergenang, ia mengungkap baru berkisar 30 hari sehingga meskipun terjadi puso atau gagal panen, kerugian petani diperkirakan tidak begitu besar karena belum ditanam.
“Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat,” ujarnya.
Lahan tanaman padi yang puso akibat banjir sebelumnya, kata dia, juga diusulkan mendapatkan bantuan, sehingga petani mendapatkan bantuan benih padi untuk ditanam kembali di lahan sawahnya.
Diketahui tanggul Sungai Tuntang yang jebol berada di tiga titik wilayah Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 10-30 meter, serta tiga titik tanggul di Desa Sidoharjo dengan panjang mencapai sekitar 15 meter.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















