GROBOGAN, Beritajateng.id – Sebanyak 1.052 calon jemaah haji (calhaj) Grobogan dipastikan berangkat ke Makkah dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 29, 30, 31, dan 32. Adapun jadwal keberangkatan dimulai pada 30 April hingga 1 Mei 2026.
Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, pun menyoroti potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai suhu 35 derajat Celsius. Ia meminta para calhaj menjaga kondisi kesehatan menghadapi potensi tersebut.
“Yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem, sehingga kesehatan harus benar-benar dijaga,” ujarnya di acara Pamitan Jemaah Haji Grobogan di Pendopo Kabupaten, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, pola makan, istirahat, serta kedisiplinan dalam menjaga kebugaran menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
“Jemaah harus menjaga pola makan dan kondisi tubuh. Ini penting agar tidak mudah lelah atau mengalami gangguan kesehatan selama di Tanah Suci,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Grobogan, Ali Muhtarom, menjelaskan sebagian besar jemaah yang berangkat tahun ini didominasi oleh lansia, dengan persentase mencapai sekitar 60 persen.
“Karena mayoritas lansia, kami bersama Dinas Kesehatan terus mengingatkan agar jemaah membawa obat-obatan pribadi, termasuk oralit untuk mencegah dehidrasi akibat suhu panas,” jelasnya.
Ia juga menyebut jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun, sementara yang termuda berusia 17 tahun yang berangkat sebagai pengganti orang tua.
Dalam menghadapi suhu tinggi, para calhaj diimbau tidak hanya mengandalkan perlengkapan kesehatan yang diberikan pemerintah, tetapi juga menambah kebutuhan pribadi sesuai kondisi masing-masing.
Di sisi lain, terkait biaya haji, Ali menuturkan hingga saat ini belum ada perubahan yang dibebankan kepada jemaah meskipun terjadi kenaikan biaya avtur.
“Pemerintah memastikan tambahan biaya tersebut ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















