SEMARANG, Beritajateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng menjadi salah satu motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) di tengah upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi anggaran.
Hal ini sejalan dengan target fiskal Pemprov Jateng tahun 2026, di mana pendapatan daerah ditargetkan meningkat 3,04 persen menjadi Rp23,74 triliun. Sementara itu, belanja daerah direncanakan lebih efisien dengan penurunan sebesar 2,79 persen.
Adapun pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp414,5 miliar, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp484,5 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp70 miliar.
“BUMD harus berperan lebih optimal dan mampu berkontribusi nyata bagi pendapatan daerah. Pengembangan model bisnis yang adaptif dan berkelas menjadi keharusan agar mampu bersaing dan menghasilkan keuntungan,” ujarnya.

Saleh berharap optimalisasi peran BUMD dapat meningkatkan kontribusi terhadap PAD sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara berkelanjutan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















