KENDAL, Beritajateng.id – Lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Genting Jilonggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo ditemukan. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian hingga Rabu siang, 5 November 2025.
Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Prof. Mukhsin Jamil di Kendal. Ia menyebutkan lima mahasiswa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Diantaranya yakni M. Labib Rizqi (21) asal Pekalongan, Syifa Nadila (21) asal Pemalang, dan Riska Amelia (21) asal Pemalang, yang ditemukan pada Selasa, 4 November 2025.
Sementara dua lainnya yakni Bima Pranawira dan Muhammad Jibril Asyarafi ditemukan pada Rabu pagi, 5 November 2025.
Adapun identitas satu korban yang masih dalam pencarian hingga kini yakni Nabila Yulian Desi (21) asal Bojonegoro, Jawa Timur.
Mukhsin mewakili pimpinan UIN Walisongo hadir langsung di Kendal untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami sangat berduka atas berpulangnya mahasiswa UIN Walisongo yang sedang berjuang dalam pengabdian. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tim SAR, relawan, dan masyarakat, yang tanpa lelah membantu sejak kemarin. Kami masih berharap dan terus berdoa agar satu mahasiswi lainnya segera ditemukan dalam keadaan terbaik,” katanya.
Dalam suasana duka, ia menuturkan UIN Walisongo tetap memberikan pendampingan intensif kepada keluarga korban dan mahasiswa lainnya.
Tim dari LP2M, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta Pusat Layanan Konseling dan Spiritual UIN Walisongo diterjunkan untuk mendampingi proses identifikasi, pemulangan jenazah, serta memberikan dukungan psikologis bagi rekan-rekan sekelompok korban.
“Kami ingin memastikan keluarga dan mahasiswa tidak sendiri dalam menghadapi duka ini. UIN Walisongo akan terus membersamai, memberi dukungan moral dan spiritual,” katanya.
Rencananya, UIN Walisongo pada siang ini akan menggelar Shalat Ghaib setelah Shalat Dzuhur, serta doa bersama di Masjid Kampus 1,2, 3 dan doa sebelum perkuliahan. Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para mahasiswa yang meninggal, sekaligus harapan agar satu mahasiswa lainnya segera ditemukan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















