DEMAK, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melakukan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Sekda Demak, Akhmad Sugiharto menjelaskan, saat ini 50 SPPG telah beroperasi dan memiliki SLHS. Sementara lainnya masih dalam proses pengajuan dan pembenahan sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.
Ia mengungkap salah satu syarat SLHS adalah pelatihan bagi penjamah makanan. Setelah pelatihan, pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan untuk memeriksa dapur langsung dan mengeceknya setiap bulan.
“Kita juga mendorong percepatan pelatihan penjamahan makanan sebagai syarat penerbitan SLHS. Lha ini kita percepat bareng-bareng, baik dari keaktifan SPPG, dinas, serta unsur TNI/Polri untuk mengawal percepatan program MBG,” jelasnya, Senin, 10 November 2025.
Proses percepatan penerbitan SLHS, kata dia, dilakukan dengan tetap memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah kualitas air yang digunakan SPPG.
“Kalau nanti dalam hasil cek lab ditemukan kandungan bakteri E. coli di atas ambang batas, maka sumber airnya harus segera diganti dengan yang lebih layak,” tambahnya.
Lebih jauh, Sugiharto mengatakan Pemkab Demak berupaya memperluas jangkauan MBG ke daerah terpencil yakni di Dukuh Seklenting dan Onggojoyo di Kecamatan Wedung.
“Dua lokasi itu sudah kita ajukan ke BGN dan sudah di ACC. Sekarang sedang dicarikan mitra yang nantinya akan melayani program MBG di sana. Per dukuh hampir 500-an penerima manfaat,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















