REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) merehabilitasi Pasar Magersari atau yang juga dikenal dengan Pasar Pentungan.
Kepala Bidang Pasar dan UKM Dindagkopukm Rembang, Herry Martono mengungkap rehabilitasi meliputi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), perbaikan kantor pengelola, serta pembukaan akses pintu utara pasar.
Dari anggaran Rp100 juta yang tersedia, ia mengungkap rehabilitasi ini menelan biaya sekitar Rp86 juta dengan target penyelesaian selama 45 hari kerja. Saat ini progres pengerjaannya telah mencapai 50 persen.
“Tahun ini ada anggaran sedikit yang kita gunakan untuk merehab bagian dalam, karena disana tidak ada MCK yang layak,” jelasnya, Senin, 10 November 2025.
Selain itu, pihaknya meratakan elevasi lantai untuk memudahkan pengunjung memarkir kendaraan hingga ke dalam area pasar. Nantinya, pasar juga akan dilengkapi halaman yang lebih luas.
“Kalau ada teman-teman kreator atau pecinta seni yang ingin membuat event di dalam pasar, kami persilakan secara gratis untuk memancing promosi supaya pasar lebih menggeliat lagi,” tambahnya.
Pihaknya juga berencana memanfaatkan area pasar yang masih luas untuk menampung komunitas pedagang barang bekas.
“Mungkin nanti akan kita gratiskan dulu lapaknya untuk uji coba selama satu bulan agar menarik minat pedagang,” ujarnya.
Saat ini terdapat 60 pedagang di Pasar Magersari, 18 diantaranya adalah pedagang aktif.
“Dalam ketentuan kami, tiga bulan tidak beraktivitas maka lapak bisa kami tarik kembali. Tujuannya supaya pasar lebih ramai,” tegasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















